Jumat, 1 April 2022 16:36

Komisi I DPR RI Apresiasi Terobosan Pussen Armed Luncurkan WLR

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id,- Untuk menjaga kedaulatan negara, dibutuhkan kondisi prima di sektor pertahanan apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga keberadaan Alutsista yang andal  menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan Negara.

Hal tersebut juga sesuai visi Poros Maritim Dunia yang telah digaungkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Menyikapi tunrutan tersebut, Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed) Kodiklat TNI ANgkatan Darat,  melakukan pembenahan sarana prasarana pendukung Artileri Medan dalam menyikapi modernisasi kebutuhan alutsista yang sejalan dengan kemajuan teknologi dalam menghadapi tantangan serta kondisi yang ada saat ini.

Hal itu terungkap saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, di Mapussenarmed, Jalan Baros Kota Cimahi, pada Jum’at (01/04/2022).

Komisi I juga melihat secara langsung Weapon Locatimg Radar (WLR) yang diluncurkan Pussenarmed TNI AD bekerjasama dengan PT Eletroteknika Utama ITB (PT EU ITB), untuk melengkapi kesisteman alutsista Artileri Medan TNI AD.

WLR ini diklaim mampu mendeteksi lokasi senjata artileri musuh dengan jarak 20 km, ke depan diharapkan WLR ini akan terkoneksi dengan semua alutsista armed dan alutsista matra darat lainnya, matra laut dan matra udara serta memberikan kontribusi yang baik dan lompatan teknologi dalam modernisasi alutsista.

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid menjelaskan, Kunjungan Kerja Spesifik  Komisi I DPR RI di Mapussenarmed ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi alutisista yang dimiliki Pussenarmed. Dari kunjungan kerja ini pihaknya melihat jika usia alutisita yang ada di lingkungan Armed  rata-rata sudah tua.

“Kondisi alutisista yang dimilki Pussenarmed ini rata-rata sudah lebih tua dari anggota DPR RI, “ jelasnya, usai melakukan dialog dengan jajaran Pussenarmed.

Dikatakannya, setelah melihat kondisi alutisista yang ada, DPR RI akan menyampaikan hal ini kepada Kementerian Pertahanan (Kemenhan)  sebagai mitra kerja dari Komisi I saat rapat-rapat kerja, sehingga ada pembaruan alutisita yang dibutuhkan Armed.

“Kondisi ini akan kami sampaikan ke Kemenhan saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI,” katanya.

Selain itu, kata dia, Komisi I juga melihat alutisita Weapon Locating Radar (WLR) yang merupakan terobosan dari Pussenarmed dengan menggandeng perguruan tinggi yakni Institut Teknpologi Bandung (ITB) menjadi hal yang sangat positif apalagi harganya tidak terlalu mahal dibandingkan buatan luar negeri.

“Ini sudah sejalan dengan apa yang disampaikan presiden beberapa waktu lalu di Bali, jika kita harus mengutamakan produk dalam negeri. Jadi jika ada terobosan yang bagus seperti dilakukan oleh Mayjen Totok bersama tim di Pussenarmed harus segera diadopsi oleh TNI Angkatan Darat,” bebernya.

Sementara, Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed) Mayjen TNI Totok Imam Santoso mengaku, kehadiran Komisi I di Pussenarmed ini merupakan sebuah sejarah, karena baru kali ini Pussenarmed mendapatkan kunjungan dari Komisi I DPR RI.

“Kami merasa bangga dan terhormat karena ditengah kesubukannya beliau-beliau menyempatkan diri untuk hadir di Pussenarmed,” tuturnya.

Pihaknya berharap DPR RI bisa membantu TNI AD khususnya Pussenarmed atas kendala-kendala yang ada di lapangan, sehingga Pussenarmed  memberikan keseempatan Komisi I melihat secara langsung kondisi yang ada.  

 

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer