Sabtu, 14 Oktober 2023 21:53

Komisaris Perekonomian Komisi Eropa Akui Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain di Asia Tenggara

Reporter : Bubun Munawar
Menteri Keungan Sri Mulyani bertemu dengan Paolo Gentiloni Commisioner for the Economy dari European Commision disela kunjungan kerja di Marrakesh, Sabtu (14/10/2023).
Menteri Keungan Sri Mulyani bertemu dengan Paolo Gentiloni Commisioner for the Economy dari European Commision disela kunjungan kerja di Marrakesh, Sabtu (14/10/2023). [Instagram]

Limawaktu.id, Marrakesh - Keadaan ekonomi global menghadapi banyak tekanan sehingga cenderung mengalami perlambatan. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara seperti Malaysia atau Vietnam, Indonesia jauh lebih besar dan lebih baik ekonominya. Pengakuan ini disampaikan oleh Paolo Gentiloni Commisioner for the Economy dari European Commision saat kami bertemu bilateral di sela kunjungan kerja saya di Marrakesh.

“ Sebagai pengelola keuangan negara, saya tentu senang dengan pengakuan ini, “ terang Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sabtu (14/10/2023).

Menurutnya, dengan keadaan ekonomi Indonesia yang sangat baik ini, menjadi peluang para investor untuk datang ke Indonesia.

“Saya dan Paolo berdiskusi banyak tentang hal ini. Indonesia membuka peluang kerja sama ekonomi dengan banyak mitra strategis. Seperti potensi investasi hilirisasi SDA yang tengah diminati yakni nikel untuk baterai kendaraan listrik dan minyak sawit mentah untuk biofuel,” katanya.

Dia menjelaskan, mengenai Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) yang akan diberlakukan di Uni Eropa. Banyak yang perlu dipelajari Indonesia untuk memitigasi pengaruh yang akan dihadapi dengan adanya pemberlakuan kebijakan tersebut. Kita harap langkah yang diambil akan sama-sama menguntungkan untuk kedua negara.

“Sayang perbincangan harus segera kami akhiri karena saya harus menghadiri kegiatan selanjutnya. Meski singkat, semoga pertemuan kami semakin memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa,” jelasnya.

Baca Lainnya