Limawaktu.id-Tidak banyak pemilik toko bahan bangunan yang mau memberikan dana talangan untuk program yang digulirkan pemerintah. Namun tidak demikian dengan Oting, salah seorang pemilik toko bahan bangunan di Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan.
Sudah belasan tahun dia mau memberikan dana talangannya untuk menuntaskan kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Leuwigajah, salah satunya dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang digulirkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat .
Pada tahun ini, Oting ikut membantu menyediakan material untuk keperluan pekerjaan perbaikan dranaise, perbaikan rumah tidak layak huni atau penyediaan sarana air bersih warga. Sudah belasan tahun hal itu dilakukan Oting. Bahkan sejak dana rutilahu baru sebesar Rp 5 juta perunitnya.
"Saya membantu warga kurang mampu yang membutuhkan bahan bangunan saat menerima program pemerintah seperti rutilahu atau yang lainnya agar pekerjaan bisa berjalan," katanya.
Dikatakannya, dukungan yang diberikan untuk program pemerintah ini dilakukan karena dia ingin saling berbagi dengan warga lain yang membutuhkan. serta kepercayaannya kepada pemerintah dalam hal pelunasan bahan bangunan yang dijadikan kebutuhan warga, seperti pasir, semen, pipa paralon, kayu atau besi untuk pembangunan program pemerintah, salah satunya Program Kotaku.
"Biasanya warga ambil dulu barang dari sini , saat pekerjaan beres dan pencairan baru ada pelunasan kepada saya," papar Oting.
Sementara Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) RW 20 Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan, Hendro menyebutkan pada 2019 ini di RW 20 Kelurahan Leuwigajah ada 10 titik kegiatan yang didanai oleh Kotaku, diantaranya perbaikan dranaise dan sarana air bersih.
Dengan adanya program Kotaku di wilayahnya, Hendro mengaku warga yang asalnya mengalami kekurangan air bersih saat ini sudah bisa menikmati manfaatnya, walaupun pekerjaan yang dilaksanakan belum tuntas 100 persen.
"Warga disini sudah menikmati manfaat air bersih yang dibuat dari program Kotaku, bahkan mereka sudah membuat saluran air ke rumahnya masing-masing," jelasnya.