Kamis, 10 Mei 2018 13:06

Kisah Bocah 13 Tahun Jualan Jagung Hingga Tengah Malam

Reporter : Fery Bangkit 
 Bocah 13 Tahun yang Berjualan Jagung Hingga Tengah Malam.
Bocah 13 Tahun yang Berjualan Jagung Hingga Tengah Malam. [Limawaktu]

Limawaktu.id - 'Jagung....jagung....jagung' itulah ucapan Kusnaedi, Bocah Penjual jagung saat menjajakan dagangannya di sekitar Gegerkalong, Kota Bandung.

Dengan muka lusuh, bocah berusia 13 tahun itu memikul jagung yang dibawanya dari seorang petani di sekitar rumahnya, yakni di Ciparay, Kabupaten Bandung.

Saat ditemui, di sekitar Gegerkalong pada Rabu (9/5/2018) malam, anak yang masih dibawah umur itu tengah duduk di tepi jalan. Dengan mengenakan baju dan jaket serba hitam, ia terus menjajakan dagangannya.

Berjualan jagung dilakoni Kusnaedi sejak seminggu yang lalu, katanya. Ia terpaksa berjualan jagung untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya.

"Iya untuk biaya Sekolah," ucapnya, dengan polos.

Menurut penuturannya, ayahnya setiap hari beraktifitas mencari kayu bakar. Sedangkan ibunya bekerja sebagai pengasuh. Tak ingin membebani kedua orang tuanya, jadi penjual jagung pun dilakoninya.

Kusnaedi kini duduk di kelas V SD Negeri Ciparay, Kabupaten Bandung. Sejak pagi, ia sekolah. Setelah sekolah, sekitar pukul 14.00 WIB, dilanjutkannya dengan berjualan jagung. Angkutan umum atau angkot yang mengantarkannya dari rumahnya di Ciparay, Kabupaten Bandung hingga sampai di Gegerkalong, Kota Bandung untuk berjualan.

Alamat rumhanya, yang ia katakan tidak secara rinci. Entah lupa, atau memang tidak tahu. Kusnaedi hanya menyebutkan, rumahnya berada di Kampung Ciparay, RT 8, Kabupaten Bandung.

Sungguh miris memang, sebab disaat anak seusianya tengah menikmati bermain, ia malah memilih untuk mencari rezeki. Lebih mencengangkan lagi, berdasarkan penuturannya, Kusnaedi kerap berjualan hingga pukul 00.00 WIB atau jam 12 malam.

"Jam 12 (malam), pulang ke rumah pake angkot," ujarnya.

Ciparay, Kabupaten Banung-Gegerkalong, Kota Bandung, jaraknya mencapai 41 kilometer. Jarak yang cukup jauh untuk berjualan, meski harus menggunakan angkot. Apalagi, bagi anak berusia 13 tahun seperti Kusnaedi.

Namun, baginya itu bukan halangan. Ia sama sekali mengaku tidak takut meski harus pulang tengah malam. Terpenting, baginya, jagunya laris dan pulang membawa hasil jerih payahnya.

Dari Ciparay, Kusnaedi harus memikul jagung sekitar 150-200 buah. Jagungnya milik petani. Ia hanya menjualnya saja. Katanya, jagung tersebyt selalu habis dijualnya. Dari hasil berjualan, Kusnaedi diberikan upah Rp30.000.

"Jualnya Rp 5 ribu satu jagung," ucapnya.

Saat ini, tak banyak yang Kusnaedi harapkan. Ia hanya ingin bersekolah setinggi-tingginya, tanpa membebani kedua orang tuanya.

Baca Lainnya