Selasa, 2 Januari 2024 12:43

KH Ma’ruf Amin Sampaikan Tiga Hal Penting Memajukan Pasar Modal Indonesia

Reporter : Bubun Munawar
Wapres KH Ma’ruf Amin memberikan keterangan pers usai Peresmian Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (Bei) Tahun 2024, di Jakarta, Selasa (2/1/2024).
Wapres KH Ma’ruf Amin memberikan keterangan pers usai Peresmian Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (Bei) Tahun 2024, di Jakarta, Selasa (2/1/2024). [BPMI/Setwapres ]

Limawaktu.id, Jakarta - Keberhasilan kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak terlepas dari sinergi semua pemangku kepentingan dan lembaga otoritas, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui peningkatan kualitas produk dan layanan, serta penguatan ekosistem pasar modal Indonesia.

Hal itu diungkapkan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, saat peresmian Peresmian Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (Bei) Tahun 2024, di Jakarta, Selasa (2/1/2024).

Pada kesempatan tersebut, Wapres menyampaikan tiga hal penting dalam rangka memajukan pasar modal Indonesia.

Pertama, tingkatkan inovasi dan pemanfaatan teknologi digital dalam layanan kepada para investor di pasar modal.

Pengaplikasian teknologi dan digitalisasi memainkan peran penting, termasuk pada pendalaman pasar modal. Selain memperluas basis investor maupun emiten, pemanfaatan platform digital akan semakin mempermudah akses pasar modal dan menarik minat masyarakat, khususnya generasi muda dan milenial.

“Untuk itu, para pelaku pasar modal terkait mesti didorong agar terus mengembangkan produk dan layanan yang lebih ramah digital,” ungkapnya.

Menurut Wapres, yang Kedua, optimalkan dan kembangkan potensi pembiayaan melalui pasar modal dengan peningkatan literasi kepada masyarakat.

Bursa tidak lagi eksklusif milik korporasi besar, tapi juga rumah pendanaan bagi usaha kecil dan menengah (UKM).

“Untuk itu, BEI diminta tidak terjebak dalam zona nyaman, tapi membuat terobosan agar UKM bisa memperoleh akses pembiayaan dari pasar modal,” katanya. 

Di samping itu, jelas Wapres,  peningkatan edukasi dan literasi kepada masyarakat seyogianya terus menjadi agenda kerja BEI dan pemangku kepentingan, baik lewat jalur pendidikan formal maupun informal. Pemahaman yang semakin baik terhadap investasi, berbanding lurus dengan kecakapan investor dalam pengambilan keputusan investasi, termasuk investasi di pasar modal.

“Terkait peningkatan literasi keuangan, OJK berperan krusial, khususnya dalam penyiapan strategi dan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan. OJK juga diharapkan terus mendorong perluasan dan pemerataan akses keuangan, terutama produk pasar modal,” jelasnya.

Ketiga, perluas jejaring dan sinergi pemangku kepentingan guna mendorong peningkatan perdagangan saham di BEI.

BEI dan Self-Regulatory Organization (SRO) dengan dukungan OJK agar mempertahankan operasional perdagangan secara maksimal, serta terus menciptakan ekosistem pasar modal yang kondusif dan menarik bagi investor lokal maupun asing.

Secara khusus, BEI diharapkan mampu meningkatkan likuiditas perdagangan saham, termasuk aktivitas perdagangan saham dan frekuensi transaksi, serta senantiasa mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi dan tata kelola yang baik.

Tingkatkan partisipasi semua pemangku kepentingan untuk turut mempromosikan pasar modal Indonesia dan memanfaatkan beragam media digital dalam edukasi pasar modal.

“saya ingin menyampaikan apresiasi kepada OJK, BEI, beserta segenap pemangku kepentingan pasar modal Indonesia atas pencapaian kinerja yang tinggi. Sekali lagi, faktor-faktor global yang berpotensi mendatangkan risiko terhadap perekonomian Indonesia, termasuk bursa efek, sepatutnya terus kita cermati dan navigasi dengan tepat,” pungkasnya.

Baca Lainnya