News

Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko Jalan Kaki Sapa Warga

Limawaktu.id, Kota Cimahi - Jalan kaki adalah aktivitas fisik yang sederhana dan bermanfaat untuk kesehatan. Jalan kaki dapat membantu meningkatkan kebugaran jantung, memperkuat otot, dan menjaga berat badan.

“Jalan kaki juga merupakan olahraga yang murah, karenanya saya seminggu sekali sengaja berjalan kaki dari rumah supaya bisa bertemu dengan masyarakat dan melihat sejauhmana kondisi yang ada di lingkungan warga sebelum beraktivitas di kantor DPRD,” terang Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko, saat menyambangi warga RW 05 Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Rabu (15/1/2024).

Di RW 05 Kelurahan Cipageran, Wahyu Widyatmoko melakukan dialog dengan para pelaku UMKM untuk mengetahui sejauh mana kondisi UMKM yang ada di lingkungan masyarakat. Dalam Dialog yang bertajuk ‘Sapa Warga’ tersebut, Wahyu Widyatmoko berdialog dengan Koordinator  UMKM Kelurahan Cipageran Tetty Ariyani, Ketua UMKM RW 05 Evi, Sekretaris RW 05 Kelurahan Cipageran Yuni Susilawati, dan pelaku UMKM di RW 05 Kelurahan Cipageran, warga RW 05 Abdul Mahfuri, para Ketua RT, di Gazebo Haryono, RT 02/05 Kelurahan Cipageran.

Koordinator UMKM Kelurahan Cipageran Tetty Ariyani menyebutkan, jumlah UMKM di Kelurahan Cipageran yang sudah terdata baik fisik maupun produk, dari 29 RW di Kelurahan Cipageran, belum terdata  sepenuhnya karena Cipageran itu sampai pelosok.

“Ada mindset yang terjadi dimasyarakat jika dilakukan pendataan, masyarakat banyak yang mengira akan ada bantuan padahal pendataan itu penting untuk pengembangan UMKM. Sampai saat ini data  yang sudah masuk di Kelurahan Cipageran ada 325 UMKM,” sebutnya.

Dia menjelaskan, untuk fasilitasi legalitas UMKM di Cimahi sudah dilakukan secara gratis baik untuk NIB, ketarangan halal maupun HAKI, yang pelaksanaannya dilakukan secara bergilir disesuaikan dengan anggaran dari Pemerintah Kota Cimahi.

Dalam aspirasinya kepada Ketua DPRD Kota Cimahi, Tetty menginginkan agar DPRD bisa memfasilitasi tempat agar UMKM yang tergabung dalam Pusat Oleh-oleh Cimahi (POCI) bisa difasilitasi tempat untuk memasarkan produk UMKM nya karena banyak tamu dari luar kota yang datang ke DPRD.

“Dulu Pusat oleh-oleh itu berada di Cimahi Mall karena bantuan anggaran dari Dinas sudah tidak diberikan lagi POCI di Cimahi Mall hanya bertahan selama 3 tahun saja,” kata Tetty.

Pelaku UMKM mengaku berterimakasih kepada pemerintah yang sudah melakukan pembinaan marketing secara digital, tetapi untuk Offlinenya saat ini masih belum ada gerai khusus yang memajang produk UMKM yang menjadi oleh-oleh Kota Cimahi.

Selain berdialog dengan koordinator UMKM Kota Cimahi, Wahyu juga bertanya terkait dengan produk UMKM yang ada di Cipageran baik dari brand UMKM, jumlah produksi hingga pemasaran yang dilakukan oleh pelaku UMKM Kota Cimahi. Dari penjelasan yang disampaikan warga RW 05 tersebut mereka mengaku untuk produk dan pemasaran sudah berjalan lancar bahkan mampu menembus sejumlah mini market atau toko-toko makanan yang ada di Kota Cimahi.

Sementara perajin tauge di RW 05 Rano mengungkapkan, di RW 05 Kelurahan Cipageran terdapat sentra penanaman tauge dan merupakan satu-satunya sentra taoge di Kota Cimahi. Di RW 05 ada sekitar 50 orang petani tauge yang dilakukan secara individu dengan produksi bisa mencapai 1 kuintal setiap orangnya.

“Penjualannya dilakukan melalui du acara yaitu yang langsung dijual ke konsumen atau dijual ke pasar-pasar, tetapi yang dijual ke konsumen kualitasnya lebih bagus,” ungkap Rano.

Petani tauge saat pandemic Covid 19 merupakan aktivitas ekonomi yang bisa bertahan. Namun hingga saat ini para petani merasa kesulitan soal bahan baku karena masih tergantung dari kacang hijau impor.

“Kalau kacang hijau lokal kualitas produksinya kurang bagus dibanding dengan kacang hijau impor, karenanya pemangku kepentingan bisa melakukan intervensi terkait dengan bahan baku ini. Untuk subsidi pun para petani sampai saat ini belum pernah mendapatkan subsidi dari pemerintah,” jelasnya.

Dalam closing statemennya, Wahyu Widyatmoko mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti apa yang menjadi aspirasi para pelaku UMKM khususnya yang ada di Kelurahan Cipageran. Sedangkan terkait dengan aspirasi dari komunitas POCI, Wahyu Widyatmoko menyebutkan, pada 2026 akan dilakukan renovasi gedung DPRD, nantinya kepada pihak arsitek akan diingatkan agar di DPRD Kota Cimahi dibuatkan juga ruangan untuk memasarkan produk UMKM Kota Cimahi.    

 

 

 

 

    

Baca Lainnya