Rabu, 10 April 2019 16:30

Kerusakan Area Hijau di Kampung Cireundeu Bertambah, ini Jawaban DLH Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Jalur Offroad Di Gunung Pasir Panji.
Jalur Offroad Di Gunung Pasir Panji. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi mengakui, pihaknya sudah mengetahui adanya kegiatan pembangunan jalur offroad di Gunung Pasir Panji di Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Namun, kata Kepala Dinas Lingungan Hidup Kota Cimahi, Mochammad Ronny, pihaknya tak memiliki kewenangan sepenuhnya terhadap lahan tersebut. Sebab, status tanahnya masih masih quo alias pembekuan.

Baca Juga : Demi Track Offroad, Gunung di Kampung Adat Cireundeu Kembali Rusak

"Status quo. Kita gak punya kewenangan, masih dikuasai Provinsi Jabar," kata Ronny, saat ditemui di Pemkot cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (10/4/2019).

Diberitakan sebelumnya, Gunung Pasir Panji itu mulai digunduli pihak tertentu sejak sebulan lalu. Bahkan, sudah dilakukan uji coba. Padahal sebelumnya, lahan itu terlihat hijau oleh berbagai macam flora.

Mulai berubahnya lahan hijau itu menambah daftar lahan yang dirusak di wilayah Kampung Adat Cireundeu. Sebelumnya, ada Gunung Gajah Langu yang juga dirusak untuk pembangunan perumahan. Total ada sekitar 6 hektare yang digunduli pengembang di sana.

Dijelaskan Ronny, lahan itu masih dalam status quo, pihaknya akan mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak Pemprov Jawa Barat. Termasuk soal legalitas pembuatan track offroad yang menggerus lahan di sana.

"Akan dikonfirmasi ke Pemprov, terutama soal pemanfaatannya. Statusnya belum jelas mau digunakan buat apa," jelasnya.

Jika memiliki kewenangan penuh, kata Ronny, pihaknya ingin agar itu masuk kawasan hijau, yang berfungsi sebagai wilayah resapan air. Sebab jika ada penggundulan seperti sekarang, malah dikhawatirkan akan mengurangi resapan air di Kota Cimahi.

"Saya setuju kalau itu jadi zona hijau," ucapnya.

Baca Lainnya