Senin, 28 September 2020 11:44

Kepentingan Masyarakat Cimahi Terabaikan ?

Reporter : Bubun Munawar

Kota Cimahi - Akhir-akhir ini masyarakat Kota Cimahi merasakan banyak terjadi ketimpangan-ketimpangan baik dibidang sosial maupun pelayanan pubik. Hal ini tidak sesuai dengan perjuangan yang dilakukan saat pembentukan Kota Cimahi terdahulu.

Hal itu disampaikan Ketua Keluarga Besar Putra-Putri (KBPP) Polri Kota Cimahi Maktal S Nugraha, usai Diskusi Sekretariat Bersama Putra Daerah Kota Cimahi yang dihadiri oleh Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih (LMP) Kota Cimahi Dieky Surachman, Ketua GM Kosgoro Frezza Ponco Ario, Ketua Ikatan Penulis dan Jurnalis (IPJI) Jawa Barat Ai Mulyani, Ketua Presidium Cimahi Kita Heri Sambas, Inspirator perjuangan Cimahi Otonom Jamu Kertabudi, yang difasilitasi Anggota Dewan  Pengawas  Fopdar Dedi Mulyadi, Minggu (27/9/2020).

Menurut Maktal, seolah-olah kekuatan kapitalis menjadi segala hal dalam kehidupan di Kota Cimahi.

“Kami mewakili teman-teman ingin mengembalikan kembali rasa kecimahian dan merekat persatuan diantara orang Cimahi seperti perjuangan yang menjadikan Cimahi sebagai kota otonom diawal ,” ungkapnya.

Dikatakannya, pihaknya ingin agar Cimahi bisa lebih baik lagi seperti yang dicanamgkan oleh para tokoh di Cimahi Otonom. Manakala kondisinya jalan ditempat pihaknya mengajak kepada semua elemen untuk kembali bersama-seama membangun dan menjadikan kota ini bermanfaat bagi orang Cimahi bukan bagi orang luar Cimahi.

“Saat ini Kepentingan orang-orang Cimahi seolah-olah terabaikan,” katanya.

Dia melanjutkan, Jika melihat anggaran yang dikembangkan di Kota Cimahi semakin hari semakin membesar, sementara yang menjadi penikmat diakui sendiri oleh kepala daerah adalah dia. Sementara, kesempatan orang Cimahi untuk menikmati pembangunan dinilai tidak ada.

“Mohon kepada warga Cimahi mari kita bangun kembali kebersamaan sebagai sesama orang Cimahi. Dalam hal kepemimpinan pun banyak orang Cimahi yang mampu, ketika ada orang Cimahi yang muncul jangan dimatikan sendiri oleh orang Cimahi,” paparnya.

Sedangkan Ketua Presidium Cimahi Kita Heri Sambas  menyatakan, tingkat kepercayaan masyarakat Kota Cimahi terhadap partai politik sudah menurun, sehingga jalur independen menjadi salah satu alternatif dalam memunculkan bakal calon kepala derah di Cimahi mendatang.

Hal senada disampaikan Anggota Dewan Pengawas Fopdar Dedi Mulyadi. Menurutnya, dia sangat mendukung  apa yang menjadi diskusi tersebut untuk kembali memunculkan semangat kecimahian.

“Perjuangan  perubahan status Cimahi menjadi Kota otonom harus terus dilanjutkan oleh generasi penerus saat ini, Kota Cimahi adalah untuk kesejahteraan masyarakat Cimahi, “ katanya.

Semua pihak harus mengawal perjalanan kota Cimahi  jangan sampai perjuangan orang Cimahi hanya dinikmati oleh orang luar Cimahi saja. Pengawalanpun harus terus dilakukan jangan sampai terjadi dugaan penyimpangan oleh oknum-oknum tertentu.

“Jika ada proses hukum yang dianggap mandeg, harus dilakukan pengawalan, “ pungkasnya.   

Baca Lainnya