Selasa, 23 Januari 2024 23:03

Kementerian PUPR, Pemda dan Swasta Kerjasama Biayai SPAM Semarang Barat Senilai Rp870 Miliar

Reporter : Bubun Munawar
Presiden RI Jokowi meresmikan  Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat di Jawa Tengah, Selasa (23/1/2024).
Presiden RI Jokowi meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat di Jawa Tengah, Selasa (23/1/2024). [Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR]

Limawaktu.id, Semarang – Presiden Jokowi mengatakan pengelolaan air akan menjadi persoalan (untuk kota-kota), kalau tidak disiapkan dari sekarang. Kota Semarang merupakan contoh yang baik dalam pengelolaan air bersih, karena Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dalam pembangunan SPAM Semarang Barat berjalan dengan baik.

"SPAM ini dibangun bersama-sama dari hulu ke hilir oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah (Pemda) dan swasta. Ini jadi pilot project atau percontohan penyediaan air minum perpipaan di kota-kota lainnya," kata Presiden saat meresmikan  Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat di Jawa Tengah, Selasa (23/1/2024).

Dikatakan Presiden, pembangunan SPAM Semarang Barat dibangun dengan kerja sama pembiayaan senilai Rp870 miliar, yang terdiri dari anggaran Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR) sebesar Rp329 miliar, kemudian Pemda sebesar Rp124 miliar dan swasta selaku investor sebesar Rp417 miliar.

"Kita lihat proyek ini sehat, karena layanan Sambungan Rumah (SR) sudah lebih dari 60 persen dari kapasitas 1000 liter per detik untuk melayani 70 ribu SR setara dengan 350 ribu jiwa di 3 Kecamatan, yakni Semarang Barat, Ngaliyan, dan Tugu," kata Presiden Jokowi.

SPAM Semarang Barat merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk meningkatkan layanan air minum dan diharapkan dapat menjawab permasalahan krisis air bersih dan penurunan permukaan tanah karena penggunaan air tanah di Kota Semarang.

“Layanan SPAM diutamakan untuk memenuhi kebutuhan domestik agar masyarakat menikmati air minum berkualitas dengan harga terjangkau, berkesinambungan selama 24 jam, serta meningkatkan perbaikan kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan air bersih,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Sumber air baku SPAM Semarang Barat berasal dari Bendungan Jatibarang. Pada tahun 2017-2019 telah dibangun intake berkapasitas 1.050 liter/detik dengan anggaran APBN Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana senilai Rp105 miliar.

Selanjutnya 2019-2021 dibangun Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Jatibarang melalui skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), yakni  PT ASB yang merupakan konsorsium antara Moya Indonesia dengan PT. Medco Infrastruktur dengan nilai Rp417 miliar. 

Pada akhir 2021, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya mengoptimalkan fungsi SPAM Semarang Barat dengan membangun jaringan distribusi utama sepanjang 52,2 km guna mendukung program KPBU. Pekerjaan dilaksanakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah dengan penyedia jasa PT Wijaya Karya-Gemilang (KSO) sejak November 2021 dan telah selesai pada April 2023. Biaya pembangunannya sekitar Rp224 miliar.

 Sutarjo, warga Kecamatan Semarang Barat mengungkapkan rasa gembiranya dengan telah beroperasinya SPAM Semarang Barat.

"Dulu air sering mati, sekarang lancar 24 jam apalagi sekarang alirannya lebih kuat bisa sampai ke lantai 2, kalau dulu cuma di dekat meteran saja," katanya.

Baca Lainnya