Cimahi - Target retribusi terminal di Kota Cimahi tahun ini kemungkinan bakal direvisi. Sebab, jika mengacu pada target awal Dinas Perhubungan Kota Cimahi menyatakan pesimis bakal tercapai.
Target retribusi terminal yang menjadi bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Cimahi tahun ini adalah Rp. 350.000.000. Naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp. 150.022.000.000.
"Target 2020 sepertinya jauh untuk tercapai. Apalagi kita tidak melakukan pungutan pas ada Covid-19," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Yanuar Taufik saat ditemui, Jumat (19/6/2020).
Yanuar menjelaskan, kenaikan target itu dipicu karena adanya revisi Perdaturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha. Dalam revisi Perda yang tengah diproses itu, rencananya tarif retibusi terminal akan dinaikan.\
Hingga tahun ini, tarif retribusi terminal di Kota Cimahi masih dipungut Rp. 1.000/angkutan umum/ hari sebab Perda-nya belum tuntas dibahas.
"Sekarang masih proses perubahan Perda Retribusi Jasa Usaha dan Jasa Umum," ucap Yanuar.
Belum tuntasnya revisi Perda tersebut otomatis berpengaruh terhadap pendapatan tahun ini mengingat kenaikan pungutan menjadi acuan kenaikan target.
Kondisi tersebut diperparah sejak Kota Cimahi masuk zona merah penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).
Sebab sejak saat itu pihaknya memutuskan untuk menutup seluruh terminal yang ada di Kota Cimahi serta tidak menarik retribusi dari angkutan umum.
"Tapi sekarang terminal sudah dibuka lagi, dan kita sudah mulai menarik retribusi dari angkutan umum lokal," kata Yanuar.
Jika target retribusi terminal tahun ini tidak tercapai, maka akan menyamai tahun lalu dimana PAD dari retribusi terminal yang ditargetkan tahun 2019 meleset, sebab realisasinya hanya Rp. 130.649.000.000 atau 87,10 persen dari target.
Yanuar menjelaskan, tak tercapainya target tahun lalu itu dikarenakan Terminal Pasar Atas tidak berfungsi (tengah direvitalisasi).
"Jadi kita enggak tarik retribusinya, karena memang enggak dipakai tahun lalu," ujarnya.
Ada sejumlah terminal tipe C yang ada di Kota Cimahi, yakni Terminal Cimindi, Terminal Pasar Atas, Terminal Pasar Antri dan Terminal Cireureup.
Trayek yang dilayani khusus angkutan lokal Cimahi adalah Cimindi-Pasar Citeureup. Kemudian Pasar Antri-Cibeber via Contong, Pasar Antri-Cibeber via Leuwigajah dan Cimindi-Pasar Antri.
Meski sudah dibuka, lanjut Yanuar, di seluruh terminal harus mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Termasuk angkutan umumnya pun harus menerapkan anjuran serupa.
"Kapasitas angkot juga kan masih dibatasi sekarang 70 persen. Sopir dan penumpang juga harus pakai masker," imbuhnya.