Limawaktu.id, Kota Cimahi - Badan Dapur Nasional (BDN) secara resmi memproklamasikan berdirinya organisasi sayap perempuan, Srikandi Indonesia Badan Dapur Nasional (Srikandi BDN) . Pembentukan organisasi ini bertujuan untuk mengawal, memonitor, dan mendukung kelancaran pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Deklarasi digelar di Studio Radio Limawaktu, pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Ketua Umum BDN, Basyaruddin Siregar, menjelaskan bahwa pembentukan Srikandi BDN didasari oleh pertimbangan bahwa sekitar 80% urusan dapur dikelola oleh kaum perempuan . Melalui organisasi ini, kaum hawa diberikan ruang untuk memantau langsung pelaksanaan dapur MBG hingga ke pelosok desa, sekaligus membuka peluang kerja bagi perempuan yang belum memiliki pekerjaan
“Selain berfokus pada kualitas konsumsi, Srikandi BDN menempatkan kebersihan dapur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama untuk menekan risiko gangguan kesehatan pada siswa penerima manfaat,” jelas Basyaruddin saat Talkshow di Radio Limawaktu, usai deklarasi.
Menurut Basyaruddin, Dari sisi perlindungan tenaga kerja, para pekerja dapur juga mendapatkan dukungan kesejahteraan berupa fasilitas asuransi gratis BPJS serta pengaturan waktu libur di tengah padatnya jadwal operasional.
Selain itu, BDN juga menyediakan Tim Advokasi Nasional untuk memberikan pendampingan dan perlindungan hukum bagi para pengelola atau pemilik dapur MBG di seluruh Indonesia tanpa mengenakan tarif tinggi
Organisasi Srikandi BDN secara resmi berkantor di Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, dengan pusat pengendalian organisasi berkedudukan di Bandung . Saat ini, jajaran kepengurusan struktural utama telah terbentuk dan tengah mempersiapkan pembentukan pengurus daerah di berbagai wilayah, seperti Aceh, Jawa Barat, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB)
Puncak acara Pelantikan Pengurus Srikandi BDN dijadwalkan berlangsung pada 5 Desember 2026 di Lombok, NTB . Kegiatan tersebut akan dirangkaikan dengan aksi sosial penanaman 50.000 bibit pohon untuk menghijaukan Sirkuit Mandalika, berkolaborasi dengan Asosiasi Hutan Tanaman Rakyat Mandiri Indonesia dan Pondok Pesantren Haramain Lombok
Ketua Srikandi BDN, Bela Cantika Sri Salsabila, menegaskan bahwa jajarannya akan turun langsung ke lapangan untuk menyeleksi tim ahli gizi, mengontrol kebersihan dapur, serta memastikan kualitas bahan pangan dari proses pengolahan hingga penyajian.
“ Guna memperketat pengawasan di lapangan, BDN dan Srikandi BDN membentuk Satuan Tugas (Satgas) Monitoring,” tegasnya.
Bela mengatakan, Pengawasan Distribusi: Satgas mengawal pengiriman MBG dari dapur hingga tiba di sekolah. . Satgas baru diperbolehkan meninggalkan lokasi setelah para siswa selesai menyantap hidangan
“Seluruh hasil pemantauan lapangan akan dihubungkan secara real-time ke Badan Gizi Nasional melalui dokumentasi visual maupun data pendukung lainnya,” kata Bela.