Kamis, 21 September 2017 9:44

Karyawan Pabrik Dirumahkan, SPSI Gelar Demo

Karyawan Pabrik Dirumahkan, SPSI Gelar Demo
Karyawan Pabrik Dirumahkan, SPSI Gelar Demo [limawaktu dok]

Limawaktu.id,- Dipicu oleh dirumahkannya karyawan oleh PT Panasia Indo Resources, yang berlokasi di Jalan Raya Mochammad Toha, Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bandung melakukan aksi unjuk rasa di depan pabrik tersebut.

Ketua PUK SPSI PT Panasia Indo Resources Afiril Juhana mengatakan, aksi unjuk rasa dilakukan karena sejak tiga bulan lalu karyawan perusahaan tersebut dirumahkan. " Aksi yang kami lakukan ini terjadi akibat pihak perusahaan merumahkan karyawan di perusahaan ini," terangnya, di sela aksi yang digelar di depan perusahaan, Rabu (20/9)

Tak hanya itu, aksi unjuk rasa dilakukanuntuk menggugat perusahaan yang merumahkan ratusan karyawan akibat proses produksi dihentikan total sehingga sekitar 1000 orang karyawan termasuk 1000 orang tenaga kerja kontrak yang juga terancam dirumahkan.

Afiril mengungkapkan, perusahaan merumahkan karyawan dengan jangka waktu yang tidak ditentukan. Bahkan ke depan diprediksi akan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Oleh karena itu, pihaknya meminta supaya perusahaan mengambil langkah penyelamatan bagi karyawan.

"Perusahaan beralasan tidak lagi memproduksi karena tengah mengalami kesulitan keuangan. Kondisi tersebut berlangsung sejak satu tahun terakhir. Dimana, puncaknya karyawan dirumahkan sejak tiga bulan terakhir. Meski hak para karyawan tetap didapatkan," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua SPSI Kabupaten Bandung, Uben Yunara mengatakan pihaknya merasa prihatin dengan kondisi dirumahkannya para karyawan PT Panasia. Diharapkan permasalahan tersebut bisa diselesaikan karena menyangkut nasib kurang lebih 3000 orang.

"Kami akan mendatangi DPRD Kabupaten Bandung dan Bupati Bandung untuk turun tangan menyelesaikan masalah karyawan di PT Panasia Indo Resources ," ucapnya.

Dia meminta jangan ada lagi penutupan (produksi) dengan jangka waktu yang tidak ditentukan. Ia pun menegaskan, apabila pihak perusahaan tidak menggubris tuntutan karyawan, pihaknya akan kembali melakukan aksi dengan jumlah yang lebih banyak. (lie)