Senin, 25 Juli 2022 17:33

Kapolsek Cimahi Selatan Bersama Warga Cibeber Tebar Ikan di Danau Ciseupan

Reporter : Bubun Munawar
Kapolsek Cimahi Selatan Kompol Caca Supriatna. SH bersama warga Kelurahan Cibeber , menebar ikan di danau Ciseuoan, Senin (25.7/2022)
Kapolsek Cimahi Selatan Kompol Caca Supriatna. SH bersama warga Kelurahan Cibeber , menebar ikan di danau Ciseuoan, Senin (25.7/2022) [Istimewa]

Limawaktu.id,- Beberapa tokoh masyarakat Kelurahan Cibeber bersama Kapolsek Cimahi Selatan Kompol Caca Supriatna. SH, diantaranya Ainul Hidayat (ketua Pokdarwis Ciseupan Jaya), H. Bisma (pemilik Teras Ciseupan), Ketua RW 07 Kelurahan Cibeber Budi, perwakilan pemerintah kelurahan dan Ketua Karang Taruna Kelurhan Cibeber sepakat untuk menjaga kelestarian alam Kampung Ciseupan, Kelurhan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan.

“ Saya berharap, agar alam sekitar Ciseupan yang indah ini tetap terjaga kelestariannya. Bagi pemancing ikan disini juga agar mematuhi peraturan yang ada,” ungkap Caca, usai menebar ikan di Danau Ciseupan, Senin (25/7/2022).

Sedangkan Ketua Pokdarwis Kawitapa Ciseupan Jaya Ainul Hidayat mengatakan,  dirinya mewakili masyarakat Kelurahan Cibeber mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek atas kesediaan nya menebar ikan di Ciseupan ini.

“Menebar benih ikan ini juga merupakan menebar harapan. Harapan untuk sama0sama menjaga ekosistem, harapan tumbuh nya wisata memancing dan harapan akan terpenuhi nya sumber protein bagi warga sekitar khususnya dan masyarakat luas pada umumnya,” katanya.

Menurut Ainul, menebar ikan ini akan dijadikan kegiatan rutin dari Pokdarwis KAWITAPA (Kampung Wisata ketahanan pangan Ciseupan Jaya.

Diberitakan Limawaktu.id sebelumnya, melihat potensi yang terdapat di wilayah Cibeber terdapat situ jejak galian pasir Ciseupan, lahan pesawahan yang dipertahankan masyarakat,  hamparan Gunung Padakasih disertai sudut sudut perkebunan singkong unggulan yang dikitari hutan lindung agroporestry serta adanya makam maupun petilasan sesepuh terdahulu di wilayah Cibeber yang memiliki histori perjuangan di era masa lampau hingga kini, menjadikan Pokdarwis untuk lebih serius lagi mengelola potensi yang ada.

Dikatakannya, penamaan Pokdarwis Kawitapa Cisuepan Jaya ini diberikan bukan tanpa sebab, karena selain hasil  kesepakatan bersama, juga memiliki arti dan makna tersendiri, KAWITAPA yang memiliki makna definisi dua  kata yakni Kawi ialah suatu jenis bahasa yang pernah berkembang di Pulau Jawa pada zaman kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha Nusantara dan dipakai dalam penulisan karya-karya sastra.

Dalam tradisi Jawa, bahasa Kawi juga disebut dengan istilah bahasa Jawa Kuno yang artinya "Penyair" kemudian Tapa berasal dari akar kata Tap yang berarti energi. Tapa dimaksudkan adalah mengendalikan energi agar terpusat sehingga dapat digunakan untuk suatu tujuan kebaikan.

Baca Lainnya