Sabtu, 21 April 2018 21:07

Kampung Adat Cireundeu Mulai Digunduli Pengembang

Reporter : Fery Bangkit 
Lokasi yang tepat berada di atas pemukiman warga Adat Kampung Cireundeu mulai dimasuki pengembang.
Lokasi yang tepat berada di atas pemukiman warga Adat Kampung Cireundeu mulai dimasuki pengembang. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Kini, kawasan RW 10 kampung adat cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi pun nampak mulai beralih fungsi.

Lokasi yang tepat berada di atas pemukiman warga Adat Kampung Cireundeu mulai dimasuki pengembang, untuk dijadikan kawasan perumahan. Hal itu terlihat jelas dari berbagai umbul-umbul yang terpasang di sekitar area proyek.

Bahkan, desain perumahannya pun sudah terpampang tepat di seberang lokasi yang kini sudah mulai digunduli oleh para pengembang.

Berdasarkan pantauan pada Sabtu (21/4/2018), lokasi yang tadinya hijau oleh pepohonan mulai digunduli untuk dijadikan akses jalan menuju lokasi inti rencana pembangunan.

Setelah beberapa meter ke dalam, nampak satu unit kendaraan berat. Hari ini, memang tidak ada aktifitas pembangunan. Namun, menengok lebih jauh ke bagian atas, nampak jelas bekas galian tanah.

Gunung yang awalnya penuh dengan pohon dan berbagai tanaman hijau milik warga akhirnya harus 'dibombardir' oleh kendaraan berat. Kondisi itu semakin menandakan bahwa alih fungsi lahan sulit untuk dikendalikan.

Menanggapi proyek tersebut, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna hanya mengatakan, ia akan mengecek terlebih dahulu mengenai perizinan dan sebagainya.

"Saya akan cek nanti izinnya," ucap Ajay usai menghadiri sosialisasi KPU Kota Cimahi di Kp. Adat Cireundeu, Sabtu (21/4/2018).

Persoalan berizin atau tidak, Ajay pun belum mengetahuinya. Tapi yang jelas, pembangunan perumahan itu akan semakin mengurangi lahan terbuka hijau di Cimahi.

Ajay juga mengatakan, Pemerintah Kota Cimahi akan berupaya untuk membuat lahan abadi. "Kita berupaya membebaskan lahan untuk lahan abadi," tandasnya.

Baca Lainnya