Minggu, 21 Januari 2024 14:10

Kampanye Akbar di Tangerang Anies Singgung Perlunya Miliki Kewenangan

Reporter : Saiful Huda Ems (SHE)
Capres nomor 01, Anies Baswedan mengawali kegiatan kampanye akbar di Lapangan Pinang WH, Tangerang, Banten, Minggu (20/1/2024).
Capres nomor 01, Anies Baswedan mengawali kegiatan kampanye akbar di Lapangan Pinang WH, Tangerang, Banten, Minggu (20/1/2024). [Tangkapan Layar Youtube]

Limawaktu.id, Tangerang - Capres nomor 01, Anies Baswedan mengawali kegiatan Kampanye Akbar di Lapangan Pinang WH, Tangerang, Banten, Minggu (20/1/2024).

"Insya Allah Banten seperti pada Pilpres-Pilpres sebelumnya selalu berada di kubu yang menginginkan perubahan," ujar Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu, saat menyampaikan orasi politiknya.

Menurut Anies, Suasana semangat itu tidak bisa dibohongi. Dirinya sering cerita kalau kita melihat ada massanya banyak, motornya banyak, mobilnya banyak itu artinya mereka swadaya. Warga yang mendatangi lokasi kampanye akbar didorong atas semangat pribadi dan bukan dikerahkan.

“Antusias warga untuk datang ke tempat ini memang tinggi,” katanya.

Tak hanya sekedar berkumpul di Banten, Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan, menargetkan kemenangan besar di Banten. Anies ingin perubahan yang dibawanya tak hanya sekedar menjadi usul.

"Kalau kita ingin perubahan maka kita memerlukan kewenangan. Tanggal 14 Februari besok rakyat diberi kesempatan untuk memberikan kewenangan itu, kepada siapa kewenangan itu akan diberikan?" kata Anies.

Anies ingin memastikan 14 Februari 2024  pasangan Anies-Muhaimin dapat menang besar di Banten.

" Bapak ibu sekalian ketika kita sampai pada tanggal 14 maka kita harus pastikan Insyaallah di Banten bukan cuma menang tapi harus menang besar,” ugkapnya.  

Menurut Anies, tanpa adanya  kewenangan kita hanya bisa mengusulkan perubahan. Sebab, Demo-demo, protes nggak bisa bikin perubahan tanpa kewenangan.

Dia menjelaskan, kala memimpin DKI Jakarta. Anies mengatakan tempat hiburan Alexis sulit untuk ditutup lantaran adanya orang dalam. Namun, di kepemimpinannya pada 2017 tempat tersebut dapat ditutup tanpa demo dan protes. Ia menyebut hal itulah yang dinamakan kewenangan.

"Lalu tahun 2017 terjadi pergantian Gubernur. Setelah pergantian Gubernur Alexis itu bisa ditutup tanpa demo, tanpa protes. Cukup menggunakan selembar kertas, selembar kertas dan satu tanda tangan. Itu namanya apa? Itu namanya wewenang," ujar eks Gubernur DKI Jakarta ini, dikutip detik.

Baca Lainnya