Senin, 20 September 2021 14:42

Kabupaten Bandung Masuk 10 Besar SKD di Indonesia

Reporter : Wawan Gunawan
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengecek prasarana pendukung seleksi Calon ASN, di Telkom University, Senin (20/9/2021).
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengecek prasarana pendukung seleksi Calon ASN, di Telkom University, Senin (20/9/2021). [Humas Kab. Bandung]

Limawaktu.id,- Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2021 di Kabupaten Bandung memasuki hari ketiga. Seleksi yang dilaksanakan dari 17-23 September tersebut diikuti oleh 8.422 peserta yang dibagi ke dalam 3 sesi per harinya. Masing masing sesi terdiri dari 500 peserta seleksi.

“ Hingga 16 Septemeber 2021, peserta seleksi CPNS Pemerintah Kabupaten Bandung masuk kedalam 10 nilai SKD tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 494,” terang Bupati Bandung Dadang Supriatna, saat melakukan pemantauan seleksi CPNS di Telkom University, Dayeuhkolot, Senin (20/9/2021).

Menurutnya, banyaknya peserta yang mengikuti CPNS membuktikan bahwa Kabupaten Bandung ini memiliki potensi, sehingga banyak masyarakat yang ingin turut meningkatkan pelayanan di Kabupaten Bandung.

Dia menyebutkan, pada penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2021, Pemkab Bandung sendiri membuka  2.543 formasi, yang terdiri dari 492 PNS, 1.715 P3K Guru dan 336 P3K Non Guru.

Kepala BKPSDM Kabupaten Bandung Wawan A Ridwan menyebutkan, dari sekitar 20 ribu pendaftar, sebanyak 9.753 orang lolos seleksi administrasi.

Menurut dia, Tes sendiri digelar di Telkom University, dan dibagi ke dalam 3 sesi per hari. Seleksi CPNS Pemerintahan Kabupaten Bandung Tahun 2021, mulai memasuki tahapan ujian SKD berbasis Computer Assisted Test (CAT), yang dilaksanakan mulai Jumat (17/9) hingga Kamis (23/9) di Telkom University,  Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

 "Syarat wajib yang harus dibawa oleh pelamar CPNS 2021 adalah surat swab tes atau PCR tes yang menunjukkan hasil negatif. Namun bagi peserta yang dinyatakan positif Covid 19 pada waktu ujian, tidak perlu khawatir karena bisa melakukan penjadwalan ulang," katanya.

Baca Lainnya