Selasa, 29 November 2022 22:10

JQR dan KKE Kolaborasi Pulihkan Listrik di Lokasi Bencana Cianjur

Penulis : Isnur
Kolaborasi JQR dan KKE untuk memulihkan energi listrik di daerah bencana Kab. Cianjur dengan memanfaatkan energi tenaga surya.
Kolaborasi JQR dan KKE untuk memulihkan energi listrik di daerah bencana Kab. Cianjur dengan memanfaatkan energi tenaga surya. [istimewa]

Limawaktu.id,- Jabar Quick Response (JQR) berkolaborasi dengan Komunitas Koalisi Energy (KKE) membuat instalasi listrik energi terbarukan di lokasi bencana. Kolaborasi tersebut untuk pemulihan kelistrikan yang terdampak gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Tim Kolaborasi tersebut bergerak cepat bersama menyusuri desa-desa yang listriknya masih padam. Pada Jumat 25 November 2022 tim berhasil membangun aliran listrik menggunakan energi solar panel di dua titik lokasi yakni di Kampung Pasir Ipis, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang dan Jalan Pasir Gombong , Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang.

Rakha Naufal, aktivis Komunitas Koalisi Energy mengaku pihaknya akan membantu warga-warga yang masih belum teraliri listrik yang mati. Dengan menggunakan energi terbaru Rakha mengaku pihaknya juga sambil mengkampanyekan pemanfaatan potensi energi matahari menjadi energi listrik yang ramah lingkungan.

“Koalisi Energy merupakan komunitas anak muda yang ingin mengedukasi warga di Indonesia untuk beralih ke energi terbarukan. Kami berfokus di solar panel yang mengubah energi matahari menjadi energi listrik,” ujar Rakha.

Rakha menjelaskan komunitas Koalisi Energy berdiri tahun 2007, namun dirinya baru menggelutinya dari tahun 2018. Selain membantu warga di desa-desa yang belum teraliri listrik atau terdampak akibat bencana, kampanye penggunaan energi terbarukan ini dilakukan di kegiatan musik.

Koalisi Energy telah berhasil memasang energi terbarukan menggunakan solar panel di dua titik, untuk di Kampung Pasir Ipis, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang memasang 2400 watt untuk memasang di tenda pengungsian.

“Saat ini di Cianjur , kita membawa 2400 solar panel dan lampu emergency, Dorongan water filter, ini sudah terpasang dan alhamdulillah listrik sudah bisa diakses warga untuk penerangan di sana,” ungkapnya.

Rakha mengaku untuk setiap pemasangan solar panel itu bisa bertahan hingga 25 tahun kedepan. Berharap juga yang paling penting acdalah kampanye energi terbarukan ini bisa ke akses warga pedesaan.

Sementara itu, Syehabudin sebagai Komandan Operasi Bencana Gempa Cianjur menyebutkan bahwa dampak gempa bumi ini sangat besar sekali terutama malasah di penerangan. “Wilayah sekarang pun masih ada daerah yang padam listrik karena jaringan banyak yang roboh, JQR membantu masyarakat masalah penerangan tersebut, ” ungkap Syehabudin.

Saat ini JQR bekerjasama dengan Komunitas Koalisi Energy memasang solar panel energi terbarukan di wilayah Pasir Ipis, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang. Dikarenakan wilayah tersebut masih belum tersentuh bantuan terutama soal penerangan.

“Karena kampung itu merupakan kampung terujung wilayah Cugenang, di bawah kaki gunung Gede Pangrango atau tepatnya di kebun teh Gede, makanya kita dorong dulu yang lebih jauh karena masih belum banyak yang menjangkau kesana, ” ungkapnya.

Baca Lainnya