Layanan administrasi kependudukan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi dipadati warga yang akan mengurus aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) jelang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Layanan administrasi kependudukan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi dipadati warga yang akan mengurus aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) jelang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. [Diskominfo Kota Cimahi]
News

Jelang SPMB 2026, Disdukcapil Kota Cimahi Diserbu Ratusan Warga

Limawaktu.id, Kota Cimahi - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi kebanjiran permohonan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Lonjakan pemohon terjadi seiring diberlakukannya syarat kepemilikan IKD untuk pendaftaran sekolah negeri.

Layanan administrasi kependudukan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi dalam sepekan terakhir dipadati warga sejak pagi hari. Jika biasanya hanya melayani sekitar 50 pemohon per hari, kini jumlahnya melonjak drastis hingga mencapai 200-300 orang setiap harinya.

Mayoritas warga datang untuk mengaktifkan IKD sebagai persyaratan administrasi SPMB.

“Iya ini lagi ngurus aktivasi IKD karena sekarang katanya harus aktif dulu. Jadi harus diurus dari sekarang soalnya sebentar lagi pendaftaran dibuka,” ujar warga Cimahi, Desi Arisanti (35), Jum’at, 29 Mei 2026.

Desi mengaku tengah mempersiapkan pendaftaran anaknya ke SMKN 2 Cimahi pada SPMB tahun ini. Meski antrean mengular, ia mengapresiasi pelayanan petugas Disdukcapil Kota Cimahi yang dinilai tetap cepat dan sigap.

“Alhamdulillah pelayanannya cepat. Jadi pas kebagian giliran itu langsung diproses aktivasi IKD sehingga langsung selesai,” katanya.

Kepala Bidang Pendataan dan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Cimahi, Chaeruddin Djoeharie, membenarkan adanya lonjakan signifikan permohonan aktivasi IKD menjelang SPMB.

“Biasanya sebelum SPMB itu hanya 50 orang, sekarang bisa sampai 200-300 orang per hari sejak sepekan terakhir. Hampir semuanya memang karena buat keperluan SPMB,” kata Chaeruddin.

Ia menjelaskan, IKD kini menjadi bagian penting dalam proses verifikasi administrasi pendaftaran sekolah. Sistem digital tersebut digunakan untuk memastikan keabsahan data kependudukan, mulai dari Kartu Keluarga (KK) hingga Nomor Induk Kependudukan (NIK), sekaligus mencegah pemalsuan dokumen.

Selain itu, penggunaan IKD disebut dapat mempercepat proses validasi data calon peserta didik dalam sistem penerimaan sekolah negeri.

Chaeruddin mengimbau masyarakat agar segera melakukan aktivasi IKD dan tidak menunggu mendekati jadwal penutupan pendaftaran SPMB.

“Langsung saja datang ke MPP Kota Cimahi, langsung mendaftar dan dilayani. Beresnya enggak sampai sehari, paling 30 menit juga sudah selesai,” pungkasnya.

 

Baca Lainnya