Rabu, 30 Agustus 2023 18:45

Jelang Pemilu 2024, Gubernur Ridwan Kamil Ajak Pemuda Tingkatkan Kualitas Demokrasi

Reporter : Iman Nurdin
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi pembicara pada program CNN Indonesia “The Nation Fest - Political Roadshow” di Balai Prawiro Purnomo Universitas Indonesia, Kota Depok, Rabu (30/8/2023)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi pembicara pada program CNN Indonesia “The Nation Fest - Political Roadshow” di Balai Prawiro Purnomo Universitas Indonesia, Kota Depok, Rabu (30/8/2023) [IST]

Limawaktu.id -- Pemilihan Umum akan kembali dilangsungkan pada 14 Februari 2024 mendatang. Pemilu 2024 terdiri dari pemilihan legislatif, presiden dan wakil presiden, juga pemilihan kepala daerah.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak generasi muda, terutama pemilih-pemilih baru untuk ikut berkontribusi membawa kualitas demokrasi menjadi naik kelas.

Menurutnya, hal tersebut penting karena pesta demokrasi pemilu akan menentukan kesejahteraan masyarakat selama kepemimpinan mendatang.

“Kita harus menaikkelaskan kualitas demokrasi kita menjadi ajang pemilihan pemimpin-pemimpin yang berkualitas,” ujar Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil pada acara CNN Indonesia ‘The Nation Fest - Political Roadshow" di Balai Prawiro Purnomo Kampus Universitas Indonesia, Kota Depok, Rabu (30/8/2023).

“Karena keputusan mereka akan memengaruhi apakah sekolah gratis, kesehatan gratis, hak ibu dan anak, dan lansia. Itu politik, sebuah sistem yang dijalankan untuk menentukan masa depan,” sambungnya.

Kang Emil menyebutkan, hasil survei menunjukkan bahwa dari sekitar 120 orang pemilih muda, yang peduli terhadap politik ternyata kurang dari 20 persennya.

Ia menilai, hasil tersebut cukup menyedihkan karena memberikan efek domino terhadap rendahnya angka partisipasi generasi muda dalam pemilu.

“Jadi poin saya satu, tolong jangan apatis. Mudah-mudahan tahun depan berpartisipasi menentukan langkah,” katanya.

Kang Emil pun berpesan agar pada pemilu 2024 tidak ada lagi perpecahan dengan saling merendahkan lawan politik. Dengan demikian kualitas demokrasi dapat sukses atau dapat dikatakan naik kelas.

“Pesan saya, berkampanyelah dalam kebaikan, nggak usah ada black campaign , jelek-jelekin lawan. Kalau itu terjadi, berarti kita naik kelas, demokrasi yang mahal ini menghasilkan sebuah kualitas yang luar biasa menuju Indonesia yang makin keren dan maju,” tegasnya.

Baca Lainnya