Kamis, 4 April 2019 9:33

Jelang Jokowi Lengser, Semua Petani di KBB Terancam tak Bisa Miliki Kartu Tani

Reporter : Fery Bangkit 
Kartu Tani
Kartu Tani [istimewa]

Limawaktu.id - Jelang berakhirnya masa jabatan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum bisa memastikan kapan para petani bisa mendapatkan Kartu Tani.

Berdasarkan catatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan KBB, jumlah petani di Bandung Barat mencapai 40 ribu lebih. Namun, yang diproyeksikan mendapatkan kartu bentukan Kementerian Pertanian RI itu baru sekitar 11 ribu petani.

Baca Juga : Kartu Tani tak Sentuh Petani non Kelompok di KBB, Kenapa?

"Harusnya kita tahun ini diposisi 40 ribu harus dapat, tapi kan tergantung karena kita gak bisa proses sendiri," kata Koordinator Penyuluh pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan KBB, Asep Sofyan saat dihubungi via sambungan telepon, Rabu (3/4/2019).

Dia menjelaskan, ada beberapa kendala yang di lapangan yang menyebabkan semua petani di KBB belum mendapatkan kartu pembelian pupuk bersubsidi itu. Hal yang paling krusial dalam adalah masalah pendataan dan pengiriman data.

Baca Juga : Puluhan Petani di KBB Harus Gigit Jari Soal Kartu Tani

"Sulit juga datanya dari petani. Kan kita perlu data dari kartu keluarga," ucapnya.

Ia mencontohkan, dalam memasukan data petani ke dalam sistem itu terkadang pihaknya mengalami hambatan. Mulai dari permasalahan jaringan hingga format pendaftaran ke dalam sistemnya yang berubah.

Baca Juga : Masih Bingung, ini Dua Toko Penyedia Pupuk Bersubsidi dengan Kartu Tani

"Sekarang agak susah error (sistemnya). Sekarang mulai dimasukan lagi (datanya). Gak sekaligus ngirim, bertahap," jelasnya.

Salah satu petani yang belum mendapatkan Kartu Tani adalah warga RW 5 Desa Mekarsari, Kecamatan Cipongkor, KBB bernama Encep Saeful Majid. Pria 35 tahun itu mengaku sama sekali belum pernah mendapat penjelasan adanya program yang digagas Kementrian Pertanian (Kementan) RI itu.

"Gak tau ada itu (Kartu Tani). Gak ada informasi. Gak tau bakal dapat, gak tau gak akan dapat," ujarnya.

Menurutnya, semua petani di RW 5 yang terdiri dari 7 RT memang belum mendapatkan kartu untuk pembelian pupuk bersubsidi itu. "Kalau petaninya ada sekitar 100 orang. Kalau di RW tetangga mah ada katanya," tuturnya.

Meski di wilayahnya para petani belum ada Kelompok Gabungan Tani (Gapoktan), ia dan petani lainnya berharap tetap bisa mendapat bantuan. Sebab, dengan adanya Kartu Tani itu, pembelian pupuk bisa lebih murah karena adanya subsidi.

"Yang namanya petani semuanya harapan pasti bantuan. Kan kita juga bertani pakai pupuk," tandasnya.

Baca Lainnya