Sutradara dan penata artistik Jay Subyakto.
Sutradara dan penata artistik Jay Subyakto. [Metro TV]
News

Jay Subiakto Kenang Sisi Seni dari Bung Hatta

Limawaktu.id, JAKARTA — Di balik sosoknya sebagai negarawan dan bapak bangsa, Mohammad Hatta menyimpan kecintaan mendalam terhadap dunia kesenian dan literasi. Sisi personal dari sang proklamator tersebut diungkapkan oleh sutradara dan penata artistik Jay Subyakto.

 Jay Subyakto mengenang momen ketika Bung Hatta banyak menghabiskan waktu di rumah setelah dibungkam dan dilarang menulis untuk media cetak. Dalam masa tersebut, Bung Hatta menyalurkan kegemarannya pada seni rupa. Salah satu koleksi yang paling berkesan di rumahnya adalah lukisan sosok Bung Hatta utuh satu badan karya maestro Basuki Abdullah.

 “Bung Hatta kerap meminta saya memperhatikan lukisan tersebut dengan berjalan dari kiri ke kanan untuk memperlihatkan bagaimana pandangan mata dalam lukisan itu seolah terus mengikuti arah langkahnya,” kata Jay, saat diwawancara Metro TV, belum lama ini .

 Menurut Jay, selain seni rupa, Bung Hatta dikenal sangat menggemari musik klasik dan mewajibkan anak-anaknya untuk belajar memainkan instrumen piano. Tidak hanya membagikan pandangan seni, Bung Hatta juga mengajarkan metode literasi khusus kepada Jay Subyakto, yakni teknik membaca cepat (skimming) yang disebut sebagai super learning.

 “Dalam metode ini, pembaca diajak melihat satu lembaran halaman secara visual untuk langsung menangkap esensi utama bacaan sebelum membalik halaman,” katanya.

 Jay menjelaskan, apresiasi terhadap kedalaman seni turut memengaruhi perjalanan karier Jay Subyakto yang dikenal luas sebagai sutradara video musik sejak era 1990-an. Jay menyukai musik bergenre progressive rock seperti grup luar negeri Genesis, serta album lokal Guruh Gipsy (1975) karya Guruh Soekarnoputra.

 Di era modern, ia juga terus mengapresiasi musisi independen tanah air seperti Barasuara, hingga menyampaikan keinginannya untuk menggarap video musik bagi duo musik eksperimental Senyawa.

 

Baca Lainnya