Limawaktu.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota cimahi mengimbau pedagang tidak menjajakan makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya. Termasuk jajanan anak sekolah. Sebab, jajanan yang berbahaya itu akan menimbulkan penyakit bagi anak. Khususnya anak Sekolah Dasar (SD) yang dianggap paling rentan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya.
"Yang dikhawatirkan adalah makanan mengandung formalin, borak kaya ada pewarnanya. Itu yang berbahaya," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini saat via sambungan telepon, Sabtu (28/9/2019). Menurutnya, sejauh ini memang belum ditemukan kasus anak-anak keracunan akibat jajanan sekolah di Kota Cimahi. Namun, pihaknya tetap melakukan pengawasan dan meminta semua pihak termasuk pedagang agar menjajakan makanan dan minuman yang tidak mengandung zat berbahaya.
Pihaknya kerap melakukan pelatihan terhadap pedagang, khususnya yang berada di dalam sekolah. Hanya saja memang belum merangkul semua pedagang. Ia juga meminta peran aktif Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk memberikan edukasi terhadap pedagang. "Kalau kita periksa, ada yang bersih. Mungkin ada juga yang kurang bersih," ucapnya.
Ia menjelaskan, yang paling rentan terkena imbas dari zat berbahaya pangan jajanan yang dikonsumsi adalah anak setingkat Sekolah Dasar. Sebab, selain daya tubuh yang masih lemah, pola jajan mereka juga belum teratur. "Dari sekitar 25 ribu anak sekolah, paling rentan itu anak SD. Ada sekitar 50 persen" terang Rini, sapaan akrabnya.
Diakuinya, memang pihaknya kesulitan untuk mengontrol jajanan yang dijajakan untuk anak sekolah. Apalagi sampai harus melakukan tindakan. Sebab, sampai saat ini belum ada aturan berupa Peraturan Daerah (Perda) perihal perlindungan konsumen.
Pihaknya sudah mengusulkan pembuatan Perda tersebut kepada Dewan Ketahanan Pangan Kota Cimahi yang meliputi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Cimahi. "Jadi kita boleh melakukan penindakan terhadap mereka yang menggunakan prodak makanan tidak sehat atau mengandung bahan yang berbahaya," tandasnya.