Selasa, 29 Januari 2019 10:38

Jangan Dikit-dikit Minta Fogging, Kurang Efektif Cegah DBD, nih Penjelasannya!

Reporter : Fery Bangkit 
Direktur Utama RSUD Cibabat, Trias Nugrahadi saat menengok pasien DBD di RSUD Cibabat, Jalan Amir Mahmud, Senin (28/1/2019).
Direktur Utama RSUD Cibabat, Trias Nugrahadi saat menengok pasien DBD di RSUD Cibabat, Jalan Amir Mahmud, Senin (28/1/2019). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, Pratiwi menyebutkan, fogging atau pengasapan kurang efektif untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dangue (DBD).

Pasalnya, kata dia, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja. Padahal, yang paling berbahaya adalah perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes Aedypti-nya.

Baca Juga : Cegah DBD, Budayakanlah PSN!

"Warga jangan dikit-dikit minta fogging, Fogging tidak efisien, hanya membunuh nyamuk dewasa aja," ujar Pratiwi saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Selasa (29/1/2019).

Menurut Pratiwi, untuk mencegah DBD, itu jauh lebih efektif dengan pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Pasalnya, PSN merupakan cara untuk memutus perkembangbiakan jentik nyamuk.

Baca Juga : DBD di KBB Meluas, Warga Minta Dinkes Proaktif Pencegahan

Dikatakannya, PSN bisa dilakukan oleh warga di rumahnya masing-masing. Caranya cukup mudah, yakni tidak memusnahkan genangan air, khususnya air yang jernih dan menggenang.

Selain itu, kata dia, ikan cupang juga bisa dijadikan opsi untuk membunuh jentik nyamuk. Sebab, satu ikan cupang bisa membunuh 10 hingga 80 jentik nyamuk dalam sekali makan.

Baca Juga : Gawat! Warga Cimahi Dominasi Ruang Rawat DBD di RSUD Cibabat

Selain itu, lanjut Pratiwi, Dinas Kesehatan Kota Cimahi juga terus melakukan upaya pencegahan. Di antaranya dengan pelaksanaan PSN serentak di setiap kelurahan.

"Untuk di Cimahi kita sudah melakukan PSN serentak. Pelaksanaan PSN di setiap jum'at sekarang. Kalau petugas Puskesmas tiap hari" jelasnya.

Sekedar informasi, hingga kemarin, jumlah kasus DBD di Kota Cimahi trennya terbilang meningkat. Jumlahnya pun mencapai 200 kasus, dari sebelumnya yang hanya 119 kasus.

Baca Lainnya