Rabu, 30 Januari 2019 10:58

Jangan Asal Fogging, Bahayanya Mengerikan!

Reporter : Fery Bangkit 
Pelaksanaan Fogging Di Kelurahan Karangmekar, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.
Pelaksanaan Fogging Di Kelurahan Karangmekar, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. [ferybangkit]

Limawaktu.id - fogging atau pengasapan adalah salah satu upaya untuk menangkal serangan nyamuk Aedes Aegypti. 

Tapi, untuk melakukannya tak bisa sembarangan. Bila dilakukan asal-asalan, justru malah akan berbahaya.

Sebab, material fogging mengandung bahan kimia beracun yang sangat berbahaya jika dihirup.

Kepala Dinas kesehatan Kota Cimahi, Pratiwi mengungkapkan, pengasapan atau fogging bukanlah cara ampuh untuk memutus rantai nyamuk penyebab Demam Berdarah Dangue (DBD). Sebab, fogging hanya mematikan jentik nyamuk dewasa, sementara jentiknya tidak mati.

Malah, jelas Pratiwi, fogging memiliki dampak yang cukup berbahaya bagi kesehatan. Dalam asap fogging, terdapat banyak polutan (zat pencemar) yang dapat mencemari makanan, air minum dan lingkungan rumah.

"Jadi, setelah pelaksanaan fogging dapat mengganggu kesehatan warga baik secara langsung maupun tidak langsung," jelas Pratiwi saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (30/1/2019).

Kemudian, kandungan malathion pada asap fogging dapat menyebabkan kelainan saluran pencernaan (gastrointestinal). Bagi wanita hamil yang terpapar malathion risiko kelainan gastrointestinal pada anaknya 2,5 kali lebih besar.

Paparan malathion ini juga mengakibatkan leukemia pada anak-anak, aplastik anemia, gagal ginjal, dan defek pada bayi baru lahir serta berperan dalam kerusakan gendan kromosom, kerusakan paru serta penurunan sistem kekebalan tubuh.

"Lalu, penelitian juga menyimpulkan malathion mempunyai peran terhadap 28 gangguan pada manusia, mulai dari  gangguan gerakan sperma hingga kejadian hiperaktif pada anak," papar Pratiwi.

Atas dampak bahaya yang ditimbulkan, Pratiwi meminta masyarakat tak menjadikan fogging sebagai acuan untuk menangkal DBD. Tapi yang terpenting, mematikan jentik nyamuk Aedes Aegypti dengan pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

"Fogging bukan merupakan langkah pencegahan munculnya penderita DBD melainkan untuk memutus rantai bila telah terjadi penularan DBD," tandas Pratiwi.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer