Limawaktu.id, Kota Cimahi – Bagi masyarakat Indonesia tentu banyak yang mengenal seorang wanita bernama Jais Darga, atau lengkapnya Raden Jais Handiana Dargawidjaja, putri ketiga dari pasangan Raden Mas Dargawidjaja dan Raden Nana Sunani. Jais Darga merupakan seorang art dealer perempuan pertama di Indonesia yang namanya sering tertoreh dalam industri seni dunia.
Sat menghadiri peresmian Academy Pramugari milik kakaknya di Cimahi Mall belum lama ini Jais pun memberikan pendapatnya soal banyaknya bangunan Heritage yang ada di Kota Cimahi sebagai peninggalan sejarah.
“ Saya tadi lihat perumahan-perumahan Belanda dan itu katanya punya tentara. Itu bagus sekali. Saya bilang, aduh suka sekali ya masih bertahan seperti itu,” ungkap Jais.
Menurutnya keberadaan bangunan bersejarah di Kota Cimahi tersebut menjadi daya Tarik sendiri, hanya kurang dipoles sehingga terlihat kurang eklusif.
“Mungkin depannya itu harus dijadikan yang eklusif ya. Karena harus ditunjang dengan pemandangan di luarnya. Seperti gini, orangnya udah cantik. Coba pake bajunya yang pas, atau make up-nya yang pas itu akan lebih terlihat kecantikannya,” katanya.
Dia mengungkapkan, keberadaan rumah-rumah tua itu yang harus dipertahankan, tapi harus dilakukan penataan sehingga tidak terkesan terlihat kumuh.
“Di depannya jangan kumuh.Di depannya harus kasih sesuatu yang menarik,” ungkapnya.
Sedangkan terkait dengan kreativitas masyarakat Cimahi, Jais mengatakan di Cimahi banyak orang-orang hebat, orang-orang yang visual sekali. Tapi masih sulit untuk menyatukan mereka.
“Saya rasa yang harus dibenahi. Yuk cari kesatuan, dalam kegiatan apapun, dalam kegiatan kesenian, kebudayaan, kita harus kompak Kita nggak bisa, sukses itu sendirian. Nggak bisa,” paparnya.
Kehadiran dirinya di Cimahi pun bukan tanpa sebab tetapi dia datang untuk melihat, menyaksikan, mensupport Yayasan Rifa yang kebetulan adalah kakaknya yang kedua.
Selain itu Jais juga ingin melihat juga gedung Cimahi Mall yang bersejarah karena merupakan mal yang pertama, perkembangan sampai saat ini seperti apa. Terus karena begitu banyak juga mal-mal yang baru. Jadi apakah bisa bertahan? Karena banyak juga seperti yang di Jakarta yang di mana-mana yang udah lama biasanya langsung cepat tutup
“Supaya keberadaannya tetap bertahan, Di Cimahi misalnya, dijadikanlah tempat pariwisata. Ini mal pertama lo di Cimahi jadi objek wisata lah, tapi harus ada cerita yang dijual. Nah itu, harus ada tempat yang dituju ke sini bukan hanya untuk kuliner saja, bukan hanya untuk belanja aja, tapi di sini, didalamnya itu, di mal ini ada cerita. Ada cerita, ada kegiatan yang lain daripada yang lain,” ujarnya
Cimahi Mall yang bersejarah karena yang pertama, perkembangan sampai saat ini seperti apa. Terus karena begitu banyak juga mal-mal yang baru. Jadi apakah bisa bertahan? Karena banyak juga seperti yang di Jakarta yang di mana-mana yang udah lama biasanya langsung cepat tutup
“Supaya keberadaannya tetap bertahan, Di Cimahi misalnya, dijadikanlah tempat pariwisata. Ini mal pertama lo di Cimahi jadi objek wisata lah, tapi harus ada cerita yang dijual. Nah itu, harus ada tempat yang dituju ke sini bukan hanya untuk kuliner saja, bukan hanya untuk belanja aja, tapi di sini, didalamnya itu, di mal ini ada cerita. Ada cerita, ada kegiatan yang lain daripada yang lain,” ujarnya