Sabtu, 26 Mei 2018 19:44

Ingin Pertahankan Laut China Selatan, Indonesia Harus Tingkatkan Keahlian Diplomasi

Reporter : Fery Bangkit 
Komandan Seskoad, Mayjen TNI Kurnia Dewantara saat 'Seminar Nasional Pemerintahan' di Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat, Sabtu (25/5/2018).
Komandan Seskoad, Mayjen TNI Kurnia Dewantara saat 'Seminar Nasional Pemerintahan' di Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat, Sabtu (25/5/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Laut China Selatan kini masih dalam sengketa. China ngotot mengklaim bahwa wilayah tersebut merupakan miliknya.

indonesia pun kini terancam wilayahnya di Laut China Selatan. Hal tersebut tentunya menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mempertahankannya.

Komandan Seskoad, Mayjen TNI Kurnia Dewantara Danseskoad, pengakuan China terhadap Laut China Selatan merupakan ancaman yang sangat kompleks bagi Indonesia, yang tentunya harus dihadapi.

"Ini kalau dibiarkan bisa mengambil sebagian dari wilayah kita," katanya, usai menjadi pemateri dalam 'Seminar Nasional Pemerintahan' di Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat, Sabtu (25/5/2018).

Acara yang bertema 'Figur Kepemimpinan Nasional Masa Depan dari Pespektif TNI, Polri dan Sipil diinisiasi oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani).

Menurutnya, langkah yang harus dilakukan para pimpinan negeri ini adalah bagaimana meningkatkan kemampuan diplomasinya.

"Sehingga kepentingan geopolitik maupun geostrategi kita bisa terwadahi," ujarnya.

Ditegaskannya, dalam sistem politik luar negeri, Indonesia berpedoman pada politik bebas aktif. Artinya, Indonesia tidak memihak negara manapun, termasuk China ataupun Amerika.

Dengan sistem politik bebas ini, kata Mayjen TNI Kurnia, keahlian seorang pemimpin dalam memainkan diplomasi sangat penting.

"Kita tidak berpihak ke Amerika, China. Kita mandiri," tandasnya.

Baca Lainnya