Jumat, 27 Oktober 2023 15:38

Infrastruktur Ekosistem Syariah Mesti Dibangun secara Kolektif

Reporter : Bubun Munawar
Wapres KH Ma’ruf Amin, membuka seminar Ekonomi Syariah, di  di Gedung Menara Syariah Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten, Jumat (27/10/2023).
Wapres KH Ma’ruf Amin, membuka seminar Ekonomi Syariah, di di Gedung Menara Syariah Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten, Jumat (27/10/2023). [BPMI/Setwapres]

Limawaktu.id, Banten - Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional jelas menuntut kerja sama lintas sektor dan pemangku kepentingan. Sebabnya, potensi dan sumber daya yang dikelola sangat besar, begitu juga klaster yang mesti dikembangkan cukup beragam.

Klaster industri produk halal, jasa keuangan syariah, dana sosial syariah, serta bisnis dan kewirausahaan syariah, tentu membutuhkan dukungan ekosistem yang solid agar terus bertumbuh.

Hal itu disampikan Wapres KH Ma’ruf Amin, saat membuka Seminar Nasional  Ekonomi Syariah, di  di Gedung Menara Syariah Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten, Jumat (27/10/2023). 

 Untuk itu, infrastruktur ekosistem syariah mesti dibangun secara kolektif agar menjadi sebuah rumah besar yang bermanfaat luas, serta sanggup memfasilitasi pengembangan klaster-klaster strategis.

Kawasan Islamic Financial Center atau IFC PIK-2 yang mulai dibangun pada akhir 2019, sejatinya adalah ikhtiar bersama untuk menghadirkan ekosistem yang diharapkan akan menjadi magnet sekaligus barometer ekonomi dan keuangan syariah bertaraf dunia.

Inisatif pembangunan kawasan ini sudah lahir sebelum Indonesia tercatat meraih berbagai prestasi di pemeringkatan ekonomi syariah global. Oleh sebab itu, saya meyakini, hadirnya pusat keuangan syariah ini mampu menguatkan ekosistem ekonomi syariah nasional. 

Harapannya, kawasan terintegrasi ini kelak menjadi ikon Indonesia, terutama di sektor keuangan syariah, serta lebih maju dibandingkan pusat keuangan Islam yang lebih dulu hadir di Dubai (Uni Emirat Arab), Astana (Kazakhtan), Qatar, dan negara lainnya. 

Wapres juga berharap agar pusat keuangan syariah yang dibangun ini mampu memberikan penguatan terhadap ekosistem dan sinergi pemangku kepentingan ekonomi syariah nasional.

Beberapa pesan yang disampaikan Wapres adalah, Pertama, hadirkan pusat keuangan syariah dengan layanan terbaik dan tetap kompetitif. Terus manfaatkan dan optimalkan kawasan baru ini agar menjadi rumah bersama yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan di dalamnya. 

Bangun semangat kepemilikan dan kebersamaan antarpemangku kepentingan, sehingga kawasan ini terus berkembang menjadi pusat informasi dan bisnis yang menjembatani kepentingan pelaku usaha dan industri syariah, bahkan mampu menarik investasi-investasi baru syariah dari dalam dan luar negeri. 

Kedua, bangun kolaborasi dan jejaring lintas sektor ekonomi dan keuangan syariah. Hal ini akan membuka kesempatan dan peluang kerja sama yang seluas-luasnya bagi semua pelaku usaha dan industri syariah, tidak sebatas pada sektor keuangan syariah.

Kolaborasi juga diperlukan dalam upaya peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah, sehingga semakin banyak yang memahami dan mempraktikkan kebaikan ekonomi dan keuangan syariah. 

Ketiga, gandeng partisipasi pengusaha syariah, termasuk UMKM. Keterlibatan dan kerja sama yang saling menguntungkan antara pengusaha besar dan UMKM perlu terus ditingkatkan. 

Di sisi lain, jumlah pengusaha syariah di Indonesia masih terbatas, sehingga perlu upaya bersama untuk mendorong lahirnya pengusaha berbasis syariah melalui inkubasi ataupun start-up, menguatkan pengusaha syariah yang telah ada, serta menghijrahkan pengusaha konvensional menjadi syariah. 

Terakhir, libatkan berbagai kelompok dan generasi muda. Sifat inklusif membuat ekonomi dan keuangan syariah dapat diterima oleh berbagai kalangan. Keterlibatan generasi muda akan memperkaya gagasan, inovasi dan kreativitas dalam penguatan ekosistem ekonomi syariah, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan model-model usaha maupun produk baru berbasis syariah.

Baca Lainnya