Senin, 27 Juni 2022 22:12

IKAPTK Harus Besar di Karya Besar di Nama

Reporter : Iman Nurdin
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menandatangani pengukuhan pengurus IKAPTK DPP Jabar masa bakti 2022-2027, di Gedung Sate, Senin (27/06/2022).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menandatangani pengukuhan pengurus IKAPTK DPP Jabar masa bakti 2022-2027, di Gedung Sate, Senin (27/06/2022). [Iman Nurdin]

Bandung (limawaktu.id), - Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Dewan Pengurus Provinsi Jawa Barat dikukuhkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Senin (27/06/2022). Pengukuhan ini setelah Dedi Supendi secara aklamasi terpilih sebagai ketua iKA PTK DPP Jabar, akhir pekan lalu.

Ridwan Kamil mengatakan alumni perguruan tinggi kepamongprajaan memiliki kelebihan dalam bela negara dan kemampuan ilmu umum. Namun, mereka harus cepat beradaptasi dalam distrupsi 4.0, distrupsi pandemi, dan distrupsi global warming.

"IKA PTK harus besar di karya jangan besar di nama. Harusnya besar di nama dan besar di karya, " ujar Ridwan Kamil kepada wartawan usai pengukuhan DPP IKA PTK.

Emil, sapaan karibnya berpesan, alumni harus berpegang pada Pancasila, ideologi negara Indonesia. Jangan mencari ideologi lain selain Pancasila.

Emil mengatakan, mengukur negara maju ada tiga, sumberdaya manusia, ekonomi dan infrastruktur, reformasi birokrasi. "Saat ini Jawa Barat sebagai provinsi memiliki sumber daya manusia paling tinggi. Investasi di sini juga nomor satu di Indonesia, 9 jalan tol sedang di bangun, kereta api cepat se-asia tenggara ada di Jawa Barat. Ini menjadi tolok ukur kemajuan Jawa Barat, " paparnya.

Sementara itu, ketua DPP IKAPTK Dedi Supendi mengatakan, Dedi Supandi mengatakan, ada empat strategi untuk mengedepankan keserasian. Hal ini agar potensi di daerah dan provinsi bisa selaras.

"mengkonsolidasikan agar pengurus di kabupaten dan kota mendukung program dari kepala daerah, " imbuhnya.

Kedua, lanjut Dedi yang juga Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat ini, di masa bakti 2022-2027 ini DPP IKAPTK Jabar telah merestrukturisasi organisasi. Restrukturisasi tersebut terdapat 9 bidang dan 5 korwil. "Sebelumnya, tidak ada korwil, dalam pengurusan kami, dibentuk 5 korwil, " katanya.

Strategi ketiga, Dedi menekankan kolaborasi dan inovasi agar setiap daerah bisa merasakan kebermanfaatan mulai program dari provinsi dan kota/kabupaten dan sebaliknya.

Keempat, Dedi menekankan IKAPTK harus meresonansikan kebaikan. Hal ini dengan dibentuk Purna Praja Tanggap Bencana, dan setiap purna praja memilik satu anak asuh. "Ini adalah bentuk IKAPTK meresonansikan kebaikan," pungkasnya. 

Baca Lainnya