Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna dan Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana
Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna dan Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana [limawaktu]
News

HUT Kota Cimahi ke-18: Apa itu Quadruple Helix dan Akselerasi UMKM Kota Cimahi?

Limawaktu.id - Berbagai inovasi terus dilahirkan Pemerintah Kota Cimahi untuk mengakomidir produk Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM). Inovasi diperlukan agar prodak lokal Cimahi bisa bersaing di pasar lokal dan internasional.

Salah satu upaya nyata dari Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) ialah melalui program Quadruple Helix dan Akselerasi.

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM pada Disdagkoperind Kota Cimahi, Rina Mulyani menjelaskan, Quadruple Helix merupakan langkah pendampingan terhadap UMKM yang bekerjasama dengan berbagai stakeholder. Seperti akademisi, komunitas, bisnis dan media.

"Program itu dipadukan dengan akselerasi atau percepatan UMKM untuk naik kelas. Program akselerasi ini sudah berjalan tiga tahun," ujar Rina saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Kamis (20/6/2019).

Berdasarkan data Disdagkoperind Kota Cimahi sepanjang tahun 2018, jumlah UMKM di Kota Cimahi mencapai 3.444. Rinciannya, jumlah UKM sebanyak 2.542 dan Mikro sebanyak 904 unit.

Ribuan UMKM itu terdata dan sudah mengantongi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK). Jenisnya usahanya terbagi ke dalam beberapa bagian, yakni fashion, craft, kuliner dan teknologi animasi.

Melalui Quadruple Helix dan akselerasi, lanjut Rina, pihaknya mencoba untuk memenuhi berbagai kebutuhan para pelaku UMKM. Bukan soal materi, tapi pendampingan dalam hal pengembangan produknya.

"Kita mencoba memenuhi kebutuhan mereka. Misal kebutuhannya kekurangan dari segi pengemasan, kita kerja sama dengan Unpad. Kurang pemasaran, kita ada pendampingam dari Kunafe," jelasnya.

Sejauh ini, kata Rina, produk asal Kota Cimahi cukup memiliki daya saing di pasar. Bukan hanya di Indonesia, tapi sudah sampai ke luar negeri.

Dirinya mencontohkan, karya animasi yang sudah merambah Malaysia dan berbagai negara lainnya. Kemudian, ada produk batik yang sudah sampai ke pasar negara Jerman. "Animasi kita sudah sampai ke luar negeri. Batik Sekar Puteri udah sampai jerman," ucap Rina.

Produk Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM).

Sebelumnya, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna mengatakan, bahwa program prioritas pembangunan Kota Cimahi dalam lima tahun ke depan salah satunya adalah menumbuhkembangkan kewirausahaan rakyat dalam kerangka menumbuhkan ekonomi rakyat. Salah satunya adalah UMKM.

"Pemerintah bersama para stakeholders harus bisa bahu membahu menciptakan suatu lingkungan usaha yang baik," ujar Ajay.

Dikatakan Ajay, dengan menciptakan kondisi yang baik, sektor usaha swasta sangat berperan dalam menumbuhkan perekonomian dan menciptakan kesempatan kerja dan memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal.

"Serta menciptakan lingkungan usaha yang kondusif sehingga manfaatnya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat," katanya.

Terlebih lagi, lanjut Ajay, peningkatan ekonomi menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota Cimahi. Di antaranya dengan menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu berwirausaha.

Baca Lainnya