Selasa, 21 September 2021 12:19

Harus Ada Retensi di Sungai Kahiyangan Agar Tidak Banjir di Kopo

Reporter : Bubun Munawar
Bupati Bandung Dadang Supriatna melakukan peninjauan kondisi sungai Kahiyangan, pada Selasa (21/9/2021)
Bupati Bandung Dadang Supriatna melakukan peninjauan kondisi sungai Kahiyangan, pada Selasa (21/9/2021) [Humas Kab. Bandung]

Limawaktu.id,- Sungai Kahiyangan di Kopo Sayati Kabupaten Bandung  merupakan salah satu titik penyebab langgaran banjir di area jalan Kopo-Soreang saat musim penghujan tiba.

Untuk mengantisipasi hal itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna memberikan solusi diantaranya harus ada retensi di ujung sungai. Kemudian dilakukan pengerukan yang bisa dilakukan secara padat karya atau swadaya.

“Di sini ada tiga desa yaitu Margahayu Tengah, Margahayu Selatan dan Desa Sayati. Saya intruksikan pemerintah desa harus berkolaborasi dengan kecamatan. Diharapkan langkah ini akan mengurangi lokasi-lokasi yang terkena dampak banjir," ucapnya saat melakukan peninjauan kondisi sungai tersebut, pada Selasa (21/9/2021).

Dikatakannya, Solusi lain adalah mengembalikan fungsi dari selokan.

"Ini bukan jalan, melainkan gorong-gorong. Saat hujan nanti, kita juga akan menghitung debit air. Dengan begitu kita akan tahu berapa kira-kira retensi yang dipersiapkan," katanya.

Jalan Kopo Sayati, menjadi salah satu daerah langganan banjir ketika musim penghujan tiba. akibat luapan air Sungai Cikahiyangan. Luapan air ke Jalan Dengdek, Kopo, biasanya terjadi akibat aliran sungai tersumbat tumpukan sampah.

“Kelihatan di sungai ini sampah menumpuk. Jika terjadi hujan akan terjadi banjir akibat penyumbatan,” sebutnya.

Pemkab Bandung meminta agar warga setempat sadar terhadap lingkungan.

Baca Lainnya

Topik Populer