Limawaktu.id, Kota Bandung - Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung melakukan pengawasan stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan di berbagai pasar tradisional.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa mayoritas Harga Kebutuhan Pokok saat ini berada dalam kondisi yang terkendali meski terdapat fluktuasi pada komoditas tertentu. Beberapa barang seperti beras dan daging sapi terpantau stabil, sementara jenis cabai tertentu mengalami penyesuaian harga.
Pemerintah daerah memastikan bahwa pasokan barang bagi masyarakat masih mencukupi dan aman untuk dikonsumsi. Selain fokus pada bahan pangan, Disdagin juga mengawasi kelancaran distribusi energi seperti BBM dan gas rumah tangga.
“Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan ekonomi warga Bandung agar kebutuhan strategis tetap terjangkau,”terang Kepala Disdagin Kota Bandung, Rony Ahmad Nurudin, Senin, 27 April 2026.
Hasil monitoring di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung, yakni Pasar Astanaanyar, Sederhana, Palasari, Kosambi, Ujungberung, Pasar Baru, dan Cihaurgeulis, harga kebutuhan pokok terpantau fluktuatif namun masih dalam kondisi terkendali.
Komoditas yang relatif stabil, antara lain: Beras medium (Rp13.500/kg), Bawang merah (Rp 42.000/kg), Bawang putih (Rp39.000/kg), Daging sapi (Rp140.000/kg), dan Telur ayam ras (Rp28.500/kg).
Harga minyak goreng MinyaKita masih sesuai HET yaitu Rp15.700/liter. Sedangkan minyak goreng curah Rp 21.000/liter dan minyak goreng premium berkisar di Rp.20.000 - Rp22.000.
Sementara itu, komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain: Cabai rawit merah (Rp64.000/kg) dan Daging ayam ras (Rp36.500/kg).
Sedangkan Komoditas yang mengalami sedikit kenaikan harga, antara lain: Cabai rawit hijau (Rp58.000/kg) dan Cabai merah keriting, Cabai merah tanjung (Rp 62.500/kg).
Secara umum ketersediaan barang kebutuhan pokok di pasar tradisional masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Selain itu, Pemkot Bandung juga terus memastikan kelancaran distribusi kebutuhan strategis lainnya seperti beras dan minyak goreng melalui pemantauan rutin di lapangan serta koordinasi dengan pelaku usaha dan distributor.
"Pemantauan juga mencakup kebutuhan energi rumah tangga dan transportasi, termasuk BBM dan BBG, guna memastikan distribusi tetap lancar dan tidak terjadi gangguan pasokan di masyarakat," katanya.
Dengan kondisi tersebut, Pemkot Bandung berkomitmen terus menjaga stabilitas harga serta memastikan distribusi barang kebutuhan pokok tetap merata dan terjangkau bagi seluruh warga.
.