Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyerahkan Bantuan Beras Sejahtera Daerah (Rastrada) di Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan, Kamis, 11 September 2025.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyerahkan Bantuan Beras Sejahtera Daerah (Rastrada) di Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan, Kamis, 11 September 2025. [Diskominfo Kota Cimahi ]
News

Harga Beras Naik, Pemkot Cimahi Salurkan Bantuan Beras Sejahtera Daerah

Limawaktu.id, Kota Cimahi - Naiknya harga beras dipasaran, membuat beban tersendiri bagi warga Kota Cimahi, khususnya yang termasuk kepada kategori warga kurang mampu. Bahkan, dari pantauan yang dilakukan terjadi kenaikan harga sekitar seribu rupiah setiap kilogramnya.

“Meskipun harga beras di Kota Cimahi masih relatif stabil, namun dipasaran terjadi kenaikan sekitar seribu rupiah,” ungkap Wali Kota Cimahi Ngatiyana, usai menyerahkan Bantuan Beras Sejahtera Daerah (Rastrada) kepada masyarakat tidak mampu sebagai upaya memperkuat perlindungan sosial, di Kantor Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kamis, 11 September 2025.

Menurut Ngatiyana, untuk membantu warga kurang mampu yang membutuhkan beras di Kota Cimahi, Pemkot Cimahi menggulirkan Bantuan Beras Sejahtera Daerah (Rastrada) kepada 2.250 keluarga penerima manfaat.

“Setiap keluarga mendapatkan alokasi sebanyak 30 kilogram untuk jatah tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September. Secara keseluruhan, program ini menyasar 2.250 keluarga penerima manfaat di 15 kelurahan se-Kota Cimahi. Jumlah ini meningkat dari 1.500 keluarga pada tahun sebelumnya,” katanya.

Dia menjelaskan, Pemerintah Kota Cimahi menargetkan penyaluran Rastra berlangsung dalam empat termin sepanjang tahun 2025, bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Bandung dan perangkat daerah terkait.

“Dengan adanya bantuan Rastrada ini, kebutuhan dasar pangan pokok beras bagi masyarakat tidak mampu dapat terpenuhi sehingga dapat meringankan beban pengeluaran mereka,” jelasnya.

Dia menuturkan, Program Rastrada digulirkan Pemkot Cimahi sejak 2018 untuk menjangkau keluarga miskin yang tidak terakomodir dalam Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako dari pemerintah pusat. Melalui APBD, pemerintah kota berkomitmen menjaga keberlanjutan program ini agar beban pengeluaran keluarga penerima dapat berkurang. Penyaluran bantuan ini dilakukan dengan pemberian yang dilakukan secara langsung kepada KPM yang telah diverifikasi berdasarkan kriteria sosial ekonomi yang ditetapkan.

Selain beras bantuan, Pemkot Cimahi juga menggelar pasar murah di setiap kecamatan hingga tingkat kelurahan. Hingga September ini, sedikitnya 12 ton beras telah digelontorkan melalui program pasar murah untuk menekan dampak kenaikan harga di pasaran. “Harga beras memang mengalami kenaikan sekitar seribu rupiah per kilogram. Karena itu, kami terus berupaya menghadirkan solusi agar masyarakat tetap terbantu,” tutur Ngatiyana.

 

 

Baca Lainnya