Senin, 15 Januari 2018 20:24

Hak Asuh Anak Korban Video Porno Diserahkan ke Keluarga

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise memberikan keterangan pers.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise memberikan keterangan pers. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengungkapkan, hak asuh anak-anak yang menjadi korban video porno yang terjadi di Kota Bandung dan viral di salah satu media sosial, akan dikembalikan kepada orang tuanya.

"Untuk kedepannya anak-anak itu akan di kembalikan ke keluarganya, karena anak-anak itu punya hak dengan keluarga. Ini dilakukan karena hak asuh anak, sesuai dengan undang-undang perlindungan anak, bahwa orang tua tetap bertanggung jawab, namun apabila orang tua berhadapan dengan hukum, maka saudara dan tetangga, atau negara bisa mengambil alih dengan membawa anak ke panti asuhan, atau di shelter shelter," kata Yohana saat wawancara di Polda Jabar, Senin (15/1/2018).

Untuk saat ini, lanjut Yohana, hak asuh belum ditetapkan, pasalnya para korban sedang di pulihkan, melalui proses trauma hiling, untuk mempersiapkan anak-anak agar bisa kembali bersekolah dan bisa dekat dengan orang tua.

"Kasus ini bisa terjadi dimana-mana di seluruh wilayah indonesia, dan kita harus berhati-hati dengan jaringan internasional yang mau masuk ke indonesia dan merusak generasi kita," terangnya.

Dia pun mengaku, telah bertemu langsung dengan para pelaku dan langsung melontarkan pertanyaan, yakni kenapa bisa terjadi hal seperti itu. Setelah diketahui dan berkomunikasi dengan para pelaku, lanjut Yohana, mereka melakukan hal ini karena terdesak ekonomi. "Ini tugas saya sebagai menteri, yang melindungi anak anak indonesia dan yang memperhatikan urusan perempuan," ucapnya.

Saat ditanyai nasib anak-anak yang telah menjadi korban, karena mereka tinggal di lingkungan kumuh dan di pekerjaan sebagai pengamen, Yohana pun mengatakan, saat ini para korban sudah ditangani Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan anak (P2TP2A).

"Saat dilihat di shelter, kondisi anak-anak sekarang telah membaik, bernyanyi bersama, serta dirinya pun sempat berdialog dengan Psikolog dan para korban untuk sementara di tahan oleh P2TP2A untuk dilakukan pemulihan dan trauma hilling," paparnya. (lie)