Limawaktu.id, Semarang – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Daerah Jawa Tengah dalam menangani Banjir yang sempat melanda Semarang sepekan terakhir. Ia menekankan pentingnya langkah mitigasi yang terkoordinasi agar dampak banjir terhadap masyarakat dapat segera diminimalkan.
“Harapannya setelah kita tengok, kita temukan solusi bersama, nanti segera akan dibangun kolam retensi, bisa mengurangi banjir di Semarang,” ungkap Wapres saat meninjau proyek Kolam Retensi Terboyo di Jalan Raya Kaligawe, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Wapres menilai pembangunan kolam retensi merupakan langkah penting dalam memperkuat infrastruktur pengendalian banjir di wilayah pesisir utara Jawa. Menurutnya, keberhasilan proyek tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Ini perlunya sinergi pusat dan daerah, sehingga harapannya selain kolam retensi bisa diselesaikan juga pembangunan Giant Sea Wall,” ujar Gibran, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 3 November 2025.
Di lokasi, Wapres menerima paparan teknis mengenai progres pembangunan dari Dedy Gunawan, didampingi Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah, DI Yogyakarta Moch. Iqbal Tamher, serta Guru Besar Universitas Sultan Agung, Prof. Slamet Imam Wahyudi.
Wapres menilai pembangunan kolam retensi merupakan langkah penting dalam memperkuat infrastruktur pengendalian banjir di wilayah pesisir utara Jawa. Menurutnya, keberhasilan proyek tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Ini perlunya sinergi pusat dan daerah, sehingga harapannya selain kolam retensi bisa diselesaikan juga pembangunan Giant Sea Wall,” ujar Wapres.
Di lokasi, Wapres menerima paparan teknis mengenai progres pembangunan dari Dedy Gunawan, didampingi Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah, DI Yogyakarta Moch. Iqbal Tamher, serta Guru Besar Universitas Sultan Agung, Prof. Slamet Imam Wahyudi.
Peninjauan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat penanganan banjir di Semarang, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah hadir memberikan solusi konkret terhadap permasalahan yang langsung dirasakan masyarakat. Proyek tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko banjir sekaligus memperkuat sistem drainase kota agar lebih tangguh menghadapi curah hujan ekstrem di masa mendatang.
Wapres juga memberikan arahan khusus kepada jajaran Kementerian PU agar penanganan banjir dilakukan secara komprehensif. Ia menekankan perlunya percepatan pembangunan tanggul laut dan memastikan pengelolaan kolam retensi berada pada level aman sehingga fungsi pengendalian air dapat berjalan optimal.
Kolam Retensi Terboyo merupakan bagian dari proyek peningkatan sistem drainase sepanjang sekitar 10,25 kilometer, termasuk pembangunan tiga rumah pompa baru untuk mempercepat aliran air ke laut. Hingga saat ini, progres konstruksi pembangunan Seksi I (Kaliage–Sayung) telah mencapai 56,38 persen dan ditargetkan selesai pada April 2027.