Limawaktu.id, Kota Cimahi - Semakin tingginya biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh masyarakat atau orang tua agar anaknya mendapatkan pendidikan yang diharapkan, menjadi salah satu problem yang dihadapi oleh masyarakat yang berpenghasilan terbatas. Buntutnya banyak masyarakat yang mencari solusi untuk mendapatkan dana pendidikan ke berbagai lembaga keuangan. Salah satu yang menjadi tujuan masyarakat untuk mendapatkan dana pendidikan adalah mereka datang ke Pegadaian untuk mendapatkan dana bagi kelangsungan pendidikan anaknya.
“Animo masyarakat datang ke Pegadaian Cabang Cimahi pada tahun ini memang tinggi terutama bagi mereka yang akan menyekolahkan anaknya, “ ungkap Pimpinan PT. Pegadaian Cabang Cimahi Tri Mulyanah saat ditemui di kantornya, Jalan Encep Kartawirya, Pasar Atas, Kota Cimahi, Rabu, 10 September 2025.
Menurutnya, gadai menjadi pilihan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan dana mereka, kemudian yang kedua cicilan emas. Ditengah ketidak pastian harga emas yang semakin tinggi, membuat masyarakat meningkat animonya untuk mendapatkan dananya dalam bentuk emas.
Setelah dilaunchingnya Bank Emas oleh Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu, mengakibatkan kenaikan animo masyarakat untuk mendapatkan layanan cicilan emas dan deposito emas. Pegadaian Kota Cimahi mengimplementasikan program Pegadaian mengEMASkanIndonesia.
“Dari yang awalnya masyarakat tidak tahu adanya deposito emas sekarang di Cabang Cimahi sudah sekitar 600 gram emas untuk depositonya, sementara untuk cicil emas sendiri sejak awal tahun ada kenaikan sekitar 7 kilogram,” kata wanita yang akrab disapa Yanah ini.
Dia menyebutkan hingga saat ini, di PT. Pegadaian Cabang Cimahi untuk nasabah emasnya ada sekitar 2000, untuk nasabah gadai sekitar 7.000. Saat memasuki musim masuk sekolah, PT. Pegadaian menyalurkan kreedit mulai dari Rp500 ribu hingga diatas Rp20 juta.
“Memang untuk kebutuhan biaya pendidikan ini cukup besar apalagi untuk biaya masuk kuliah yang bisa mencapai Rp20 juta,” sebutnya.
Dia melanjutkan, masyarakat sekarang lebih sadar datang ke pegadaian untuk mendapatkan kredit daripada harus menjual barangnya, kebanyakan yang digadaikan adalah emas, karena masyarakat sudah sadar memilih menggadaikan barang atau emasnya karena kebutuhannya terpenuhi tapi barangnya tidak hilang.
Sementara saat ditanya menjamurnya pegadaian swasta, Maryanah mengungkapkan, keberadaan gadai swasta tidak begitu berpengaruh kepada PT. Pegadaian. Jika dulu pegadaian tidak memiliki kompetitor, sekarang banyak pegadaian swasta, tapi untuk gadai emas PT. Pegadaian masih merajai, yang terkoreksi sedikit adalah untuk barang elektronik.
“Untuk mempertahankan eksistensi PT. Pegadaian, kami melakukan pelayanan yang dinamakan costumer service person, yaitu pelayanan dari depan serta melakukan transformasi secara digital melalui aplikasi pegadaian digital service untuk memudahkan para nasabah tanpa datang ke PT. Pegadaian, baik untuk gadai, bayar perpanjangan, penebusan bisa dilakukan lewat aplikasi, ” ungkapnya.
Disisi lain untuk membantu para pelaku UMKM, PT. Pegadaian juga memberikan layanan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang nominalnya untuk super mikro berkisar antara Rp1 juta hingga Rp10 juta, dan untuk kredit mikro antara Rp 10,100 juta sampai Rp50 juta yang paling diminati oleh nasabah pegadaian karena tanpa jaminan.
“Selain pelayanan KUR, kami juga memberikan layanan pembiayaan untuk pembelian kendaraan, cukup nasabah memberikan uang muka 10 persen, sisanya diangsur sesuai dengan tenor yang diambil, dengan kelebihan pegadaian menawarkan suku bunga yang lebih ringan,” terang Asmen Mikro Pegadaian Cabang Cimahi Atep.
Tak hanya itu, Pegadaian juga meluncurkan Arrum Haji yaitu produk pembiayaan haji bagi mereka yang akan melaksanakan ibadah haji.
“Saat nasabah mendaftarkan diri di Arrum Haji maka yang bersangkutan sudah didaftarkan di Kementerian Agama, berbeda dengan tabungan haji di perbankan yang sifatnya baru nabung saja,” papar Atep.
Sementara itu, salah satu nasabah PT. Pagadaian Cabang Cimahi Elsa mengaku, hari ini dia mendatangi Gerai 24 di pegadaian karena sifatnya lebih kompetitif dibandingkan yang lainnya.
“Untuk transaksi di dalam negeri saya rasa ini paling bagus dengan persyaratan yang lebih mudah,” pungkasnya.
#MengEMASkanIndonesia