Limawaktu.id - Munculnya fenomena crosshijaber atau pria berjilbab atau bercadar yang tampil dimuka publik membuat warga Kota Cimahi resah. Fenomena tersebut akhir-akhir ini ramai diperbincangkan lewat media sosial.
Menyikapi masalah tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Cimahi menyebutkan bakal melakukan pemantauan sejumlah ruang publik. Khususnya masjid-masjid.
"Pemantauan terus berjalan. Kita terus lakukan upaya preventif dan preemptif," ujar Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Totong Solehudin saat ditemui di Kantor DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita, Jumat (1/11/2019).
Sebelumnya, warganet yang kebanyakan kaum Hawa merasa resah dengan kehadiran komunitas ini. Pasalnya, anggota komunitas ini tak hanya masuk ke dalam masjid dengan berpakaian hijab, tapi juga ke ruang privasi,seperti toilet.
Menurut Totong, untuk mengantisipasi kejahatan dari crosshijabers, yang paling ampuh adalah ketahanan diri masing-masing. Salah satunya, penampilan yang tidak terlelu terbuka yang bisa menimbulkan pelaku untuk melakukan aksi jahatnya.
"Kesimpulannya ketahanan priabdi ini yang harus dilakukan. Sehebat apapun sistem dibuat kalau dirinya lalai maka akan kena pelecehan," jelasnya.
Selain itu, pihaknya meminta masyarakat tetap waspada dan lebih jeli apabila melihat tanda-tanda yang dicurigai sebagai crosshijabers. "Jadi jangan mudah percaya. Kalau orang masuk ke kamar mandi, kemudian menggunakan cadar hati-hati saja," imbuhnya.