Sabtu, 3 Februari 2018 18:11

Enam KK di KBB Terpaksa Mengungsi, Ini Penyebabnya

Reporter : Fery Bangkit 
Kondisi Paska Ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Ciwantani RT 02/17, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kondisi Paska Ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Ciwantani RT 02/17, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). [Limawaktu]

Limawaktu.id - Tembok Penahan Tanah (TPT) berukuran 12x8 meter di Kampung Ciwantani RT 02/17, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ambruk.

Ambruknya tembok penahan itu disebabkan oleh longsoran tanah yang terjadi pada Sabtu (3/2/2018) akibat hujan yang terus mengguyur sejak Jum'at hingga Sabtu pagi.

Kondisi itu menyebabkan lima rumah warga dengan total enam Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi ke tempat yang aman. Saat ini mereka yang sudah mengungsi ke rumah saudaranya yang tidak jauh dari lokasi kejadian ada tiga kepala keluarga yakni Iwan Setiawan (45) Agus (30), dan Deden (30).

Salah seorang korban, Iwan Setiawan mengatakan, longsor terjadi setelah sebelumnya turun hujan yang deras disertai angin. Di sore hari tanda-tanda akan terjadi longsor belum tampak, baru menjelang tengah malam sekitar pukul 23.30 WIB warga dikagetkan dengan bunyi suara gemuruh dari tembok pondasi penahan tanah yang ambruk.

"Saya mau istirahat pas denger ada suara gemuruh pas dilihat ternyata halaman depan dan pondasi penahan sudah ambruk," terangnya, Sabtu (3/2/2018).

Menurutnya, kejadian longsor ini menjadi yang pertama kalinya selama tinggal di wilayah tersebut. Dia juga menyebut perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat telah datang melihat keadaan di lokasi. Namun dirinya mengaku sangat khawatir atas kejadian ini karena takut longsoran tanah merembet ke rumahnya dan ambruk.

"Petugas BPBD dan dari desa sudah datang, mereka meminta kepada kami di sini untuk hati-hati dan waspada jika ada hal apapun yang terjadi diminta untuk segera lapor," ujarnya. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Dicky Maulana mengatakan, longsor yang terjadi di Kampung Ciwantani tersebut masuk kategori longsor kecil. Longsor diakibatkan karena adanya pondasi penahan yang ambruk karena labilnya kondisi tanah yang terguyur oleh hujan deras.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu namun beberapa KK harus diungsikan karena rumahnya terancam," tandasnya.

Pihaknya telah memberikan himbauan kepada warga sekitar untuk tetap waspada terhadap kondisi tanah, terutama yang berada di daerah tinggi. Antisipasi sementara adalah dengan mencoba menahan memakai karung yang berisi tanah. "Kami belum ada rencana untuk rehabilitasi atau membangun kembali pondasi yang longsor itu," pungkasnya.