Kamis, 24 Juni 2021 15:43

Emil Ungkap Industri di Karawang Tak Laporkan Klaster

Reporter : Wawan Gunawan
GUbernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau dan memberikan penguatan logistik/anggaran di Kabupten Karawang. Kamis (24/6/2021)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau dan memberikan penguatan logistik/anggaran di Kabupten Karawang. Kamis (24/6/2021) [Instagram ]

Limawaktu.id,- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, di Kabupaten Karawang ditemukan kasus, pabrik dan industri tidak melaporkan kluster di tempat kerjanya sehingga mendampaki lingkungan rumah tinggalnya dan membuat penanganan oleh satgas menjadi terlambat.

“Kita mendapatkan laporan adanya kasus  industry tidak melaporkan kluster kepada Satgas Covid setempat,” ungkapnya, Kamis (24/6/2021).

Dia mengatakan hal ini tidak boleh terjadi lagi. Karenanya, Ridwan Kamil akan  akan kirim surat teguran kepada industry-industri  yang tidak disiplin melaporkan dan meminta kapolres menindak jajaran pimpinan yang bertanggung jawab di industrinya.

Sementara untuk penanganan lonjakan kasus, di Karawang, hotel-hotel dan rumah kontrakan di desa-desa difungsikan, untuk ruang isolasi pasien gejala ringan dan pasien yang mau sembuh dari rumah sakit.

“ Semuanya kami lakukan agar keterisian rumah sakit bisa turun, dan RS hanya untuk pasien gejala berat atau sangat berat saja. Saya hari ini meninjau dan memberikan penguatan logistik/anggaran di Kabupten Karawang. Didampingi ibu Bupat Cellica Nurrachadiana,” jelasnya.

Sebelumnya, ruang isolasi terus ditambah dan diaktifkan di 5300 desa Se-Jawa Barat. Sehingga pasien covid yang ringan sedang cukup dirawat di desa/kelurahan. Seperti rumah isolasi untuk 9 pasien di desa Cimacan Cianjur. Sehingga yang masuk dirawat di Rumah Sakit hanya yang gelaja berat dan sangat berat, seperti yang dilakukan oleh RSUD sayang Cianjur. Konsep penanganan di hulu ini membuat BOR Covid di Rumah Sakit di Cianjur bisa ditekan dibawah 60%.

“Semoga dengan maksimalnya penanganan di desa/kelurahan maka beban BOR di Rumah Sakit bisa diringankan dan seiring waktu pandemi ini bisa dalam rentang keterkendalian,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer