Selasa, 7 November 2017 8:29

Edi Juharna, Guru yang Tenar Sebagai Penulis

Reporter : Muhammad Ankawijaya
Edi Juharna, Guru yang Tenar Sebagai Penulis
Edi Juharna, Guru yang Tenar Sebagai Penulis [limawaktu]

Limawaktu.id, - Bagi kebanyakan orang, yang dianggap kegiatan menghibur adalah sesuatu yang sifatnya populer dan dapat menimbulkan gelak tawa. Tapi berbeda dengan edi juharna, seorang guru pada sebuah pondok pesantren. Bagi Edi, meski menulis terlihat seperti kegiatan yang sunyi, namun lebih menghibur daripada kegiatan populer lainnya.

Saat ditemui di kediamannya, di kawasan Permana, Cimahi, Minggu (5/11/2017), Edi mengungkapkan bahwa menulis itu sesuatu yang menghibur sekaligus penting.

“Menulis merupakan nutrisi bagi otak. Jika otak tak diberi nutrisi kemampuannya akan berkurang,” ungkap Edi Juharna.

Edi Juharna merupakan pengajar di Pondok Pesantren Kampoeng Quran Cendekia Parongpong, Kab. Bandung Barat (KBB). Meski seorang guru, namun banyak sekali karya tulisnya yang termuat di media cetak regional ataupun nasional. Tulisannya pun tidak homogen pada bidang pendidikan saja, tapi juga merambah ke dunia sastra.

Edi yang pernah juga mengajar di Pondok Pesantren Daar el-Qolam Tangerang serta MTs. Assakinah Ngamprah KBB ini, telah memiliki beberapa buku sastra. Ada buku puisi seperti "Aku Harus Mencintaimu" (kumpulan puisi, penerbit BukuPop Jakarta 2007) ataupun buku cerpen, "Menunggu Malaikat" (kumpulan cerpen penerbit Tulus Pustaka Cimahi, 2015), dan "Cerita Tiga Kota" (antologi cerpen bersama dua penulis lainnya, Wida Waridah dan Anka Wijaya penerbit Interlude Yogyakarta 2016).

Selain buku sastra, tulisan Edi Juharna yang berbicara soal pendidikan pun sering muncul di kolom pendidikan dan guru di beberapa media regional dan nasional. Untuk wilayah regional, tulisan Edi bahkan hampir selalu ada di tiap bulannya.

Atas prestasinya ini, Edi Juharna sering didapuk menjadi pembicara di beberapa acara diskusi sastra yang ada di kawasan bandung dan sekitarnya. Edi pun bahkan pernah menjadi juri dalam kesempatan lomba menulis beberapa lembaga pendidikan.

Edi memiliki kemampuan menulis karena sejak kuliah di UPI Bandung, dirinya sudah diperkenalkan kepada dunia tulis menulis.

“Saya kenal dunia kepenulisan dari senior saya di UPI, kebetulan mereka juga penulis-penulis kawakan,” ucap Edi.

Di dunia sastra sendiri, Edi sudah tergabung dalam beberapa komunitas sastra. Komunitas pertamanya adalahkomunitas ASAS yang diikutinya sejak kuliah. Selain ASAS, Edi pun tergabung di Sastra Bangkit dan Bergerak, serta di Jaringan Literer Perdesaan.

Edi Juharna yang memiliki nama pena Eddi Koben, kini tengah menyusun buku kumpulan artikel pendidikan yang selama ini pernah dimuat di beberapamedia massa. Nah, jika Anda ingin mengikuti jejak kepenulisannya, alamat yang mungkin bisa anda hubungi adalah akun facebook ‘eddi koben’ dan email di ‘[email protected]’.

Selain mengajar, ia juga meminati wisata sejarah. Kini tergabung dalam komunitas sejarah Tjimahi Heritage. (anka)*

Baca Lainnya

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Sae

7 November 2017 10:16 Balas