Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Agus Andrianto saat mengecek produksi Almatsus di PT Farin Industri Nusantara, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB)
Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Agus Andrianto saat mengecek produksi Almatsus di PT Farin Industri Nusantara, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) [Foto Istimewa]
News

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Polri Siap 'Borong' Almatsus Produk Lokal

Bandung Barat - Polri bakal lebih menggunakan produk atau Alat Material Khusus  (Almatsus) lokal. Orientasi pengadaan itu bertujuan untuk mengembangkan industri dalam negeri agar bisa lebih berkembang ditengah pandemi virus korona atau Covid-19.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Agus Andrianto saat mengecek produksi Almatsus di PT Farin Industri Nusantara, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Kamis (6/8/2020).

"Dengan belanja dalam negeri dari TNI, Polri, Basarnas, dan BNPB bisa meningkatkan kualitas serta menjaga produksi dan mempertahankan ekonomi yang sedang berjalan di negara ini dalam rangka memulihkan ekonomi nasional," kata Agus.

Dikatakannya, saat ini kualitas produk almatsus dalam negeri tak kalah bersaing dengan produk impor. Bahkan beberapa alat di antaranya sudah diekspor ke sejumlah negara di Asia Tenggara. Seperti yang sudah berjalan di PT Farin Industri Nusantara.

Terlebih, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meminta kepada jajaran kementerian dan lembaga untuk menghentikan anggaran belanja produk luar negeri dan lebih memprioritaskan belanja di dalam negeri.

"Kami dari jajaran Polri tentunya mendukung kebijakan pemerintah khususnya dalam penyediaan almatsus anggota polisi. Bukan hanya di saat pandemi seperti sekarang, tapi selamanya akan kita optimalkan penggunaan produk lokal," bebernya.

Diakuinya, sekitar 60 persen pengadaan peralatan anggota Polri masih harus diimpor dari beberapa. Seperti untuk pengadaan IT yang memang memaksa harus dikirim dari luar negeri.

"Baru 40 persen kandungan dalam negeri, memang ada beberapa peralatan yang memang tidak bisa diproduksi dalam negeri terutama menyangkut IT. Karena bagaimana pun juga, ada beberapa barang yang harus diimpor, tapi tentunya kedepan harus banyak kandungan dalam negerinya," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Farin Industri Nusantara, Steven mengatakan, Polri pada saat ini telah memesan perlengkapan khusus seperti rompi anti peluru, helm, ransel, tenda pleton dan produk-produk lainnya.

"Produk kita 60 persen dipesan TNI/Polri, 20 persen swasta dan sisanya diekspor," ungkapnya.

Dia menyatakan, sebanyak 80 persen peralatan yang dibuat PT Farin Industri Nusantara sudah memanfaatkan bahan baku lokal.

"Yang masih impor hanya bahan baku peralatan anti peluru, khususnya untuk komposit armor masih harus didatangkan dari Amerika," terangnya.
 
 
 

Baca Lainnya