Jumat, 16 September 2022 20:30

DPM Desa Edukasi Warga Hulu Sungai Citarum

Reporter : Iman Nurdin
Kepala DPM Desa Prov Jabar,  Dicky Saromi lakukan edukasi kepada pemerintahan desa Tarumajaya, Kec. Mekarsari, Kab Bandung.
Kepala DPM Desa Prov Jabar, Dicky Saromi lakukan edukasi kepada pemerintahan desa Tarumajaya, Kec. Mekarsari, Kab Bandung. [istimewa]

Bandung (limawaktu.id),- Sebagai upaya mengoptimalkan potensi desa di hulu sungai Citarum, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM Desa) Provinsi Jawa Barat, melakukan rapat koordinasi di desa Tarumajaya, Kec. Kertasari, Kab. Bandung, Kamis (15/09/2022). Kegiatan tersebut bertujuan mendorong pembangunan dan pengembangan potensi ekonomi desa di kawasan titik nol sungai Citarum.

Menurut Kepala DPM Desa Provinsi Jawa Barat Dr.Ir.H.Dicky Saromi, M.Sc, Situ Cisanti berada di tengah Arboretum Wayang Windu yang juga menjadi hulu Sungai Citarum. Pihaknya melihat potensi hulu sungai terpanjang dan terlebar di Jawa Barat ini perlu mendapatkan edukasi agar potensi ekonomi dapat tumbuh dan berkembang.

"Peran DPM Desa dalam pengelolaan Citarum Harum adalah sebagai edukasi dan pemberdayaan, sehingga upaya yang sudah dilakukan yaitu pemberdayaan oleh Patriot Desa, menjembatani dengan Pihak Kemendes PDTT dan melakukan koordinasi dengan banyak OPD di wilayah hulu Sungai Citarum," kata Dicky, Kamis (15/09/2022).

Menurutnya, wilayah hulu Sungai Citarum atau Situ Cisanti berada di Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung), wilayah tengah (Desa Walahar Kecamatan Klari Kabupaten Karawang) dan kedepan di wilayah hilir (Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi).

"Dengan potensi ini, program Citarum Harum dapat memicu dan menumbuhkan potensi. Termasuk menjaga agar kawasan ini tidak terawat bahkan menjadi kumuh," ujarnya.


Pada kegiatan yang dihadir pula Perangkat Daerah Pemerintahan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung, Perum jasa Tirta II, BBWS serta Komandan Sektor 1 dan Sektor 23 Citarum Harum tersebut memberi pemaparan masing-masing.

Menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat (PUEM) DPM Desa Provinsi Jawa Barat, R. Nurtafiyana, S.Pt. ME, Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung merupakan lokasi beradanya titik nol atau hulu Sungai Citarum yang lebih dikenal dengan nama Situ Cisanti wajib berbangga atas keberhasilannya bisa menjaga kelestarian Sungai Citarum. Bagaimana peran desa dalam kaitannya ikut menjaga Citarum sehingga manfaat yang diperoleh oleh desa.

"Warga dan Pemerintah Desa Tarumajaya patut bangga dan bersyukur atas keberhasilan menjaga kelestarian Situ Cisanti. Tentu ini perlu dikembangkan agar Situ Cisanti dan Citarum dapat bermanfaat bagi desa," ujar Nurtafiyana.

Sementara itu, Kepala Desa Tarumajaya Ahmad Ikhsan, S.E menyampaikan gambaran umum desa termasuk potensi dan masalah yang dihadapinya. Selain memiliki banyak potensi wisata yang layak untuk dikembangkan seperti Situ Cisanti, Bukit Paesan, Hutan Pinus Pakawa, Taman Wisata Desa dan Air Panas, terdapat pula permasalahan untuk segera ada ditangani. Salah satunya masalah pemukiman di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang tidak tertata dan terlihat kumuh.

"Di balik potensi yang perlu dikembangkan, ada masalah yang harus segera ditangani, salah satunya pemukiman kumuh di DAS Citarum. Kondisi ini berpotensi menimbulkan penyakit, dimana rata-rata penduduk yang menghuni Kawasan ini adalah eks para pekerja PTPN VIII," ujar Ikhsan.

Dia menyebutkan, pihaknya telah melakukan beberapa kegiatan sebagai upaya ramah lingkungan, yakni pengelolaan sampah pola TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Ikhsan juga membuat Perkades (Peraturan Kepala Desa) yakni kewajiban menaman buah Alpukat bagi yang mau menikah (wajib tanam 2 pohon), cerai (wajib tanam 10 pohon), mempunyai anak lagi (wajib tanam 1 pohon) serta akan menikah lagi (wajib taman 20 pohon).

"Bibitnya sendiri dikelola oleh KWT Srikandi dengan harga jual Rp35 ribu hingga Rp45ribu rupiah. Ini bisa menambah sedikit untuk Pendapatan Asli Desa. Sementara itu semua potensi wisata (kecuali Situ Cisanti) semua dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) selain mengelola PAM Desa, Perdagangan dan Internet Desa," paparnya.

Baca Lainnya

Topik Populer