Direktur Utama BPJS Kesehatan  Prihati Pujowaskito  memberikan keterangan pers usai Ratas dengan Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito memberikan keterangan pers usai Ratas dengan Presiden Prabowo Subianto. [BPMI/Setpres]
News

Disuntik Dana Rp20 Triliun, Prabowo Minta BPJS Tingkatkan Pelayanan

Limawaktu.id, Jakarta – Pemerintah sudah menyetujui pencairan dana 10 triliun plus 10 triliun jadi totalnya 20 triliun tahun ini ke BPJS Kesehatan.

“ Nah harapan Bapak Presiden tadi di rapat adalah tolong dipastikan bahwa pelayanan BPJS juga ditingkatkan. Antriannya bisa lebih pendek lagi, kalau misalnya ada pasien yang masuk juga bisa dilayani dengan baik, kemudian dipastikan juga bahwa semua rumah sakit-rumah sakit yang ada itu tidak membedakan antara pasien BPJS dengan pasien bukan BPJS,” terang Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto, Selasa, 29 November 2026.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebutkan,  rapat juga membahas kepesertaan di jaminan kesehatan nasional kita, yang  telah berhasil melindungi sangat banyak penduduk  dari resiko pembiayaan kesehatan.

“ Jumlah peserta BPJS 285 juta jiwa dengan tingkat aktif 80,6%,” sebut Suahasil.

Menurutnya, sebagai suatu asuransi sosial, seluruh masyarakat itu aktif mengiur. Karena kalau aktif mengiur maka terjadi saling gotong royong. Yang sehat mengiur jika ada yang sakit atau pada saatnya nanti sakit akan bisa di cover.

“Nah kita melihat bahwa dari keuangan BPJS, BPJS memerlukan penguatan terus-menerus memastikan bahwa klaim dari rumah sakit ini menjadi reguler untuk dipenuhi dibayar. Karena itu kami tadi melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa di dalam APBN 2026 telah ada tambahan suntikan dana untuk jaminan kesehatan sebesar 20 triliun rupiah. Ini adalah on top dari penanggaran untuk membayari 96,8 juta penerima bantuan iuran,” katanya.

Dia menjelaskan,  kalau yang penerima bantuan iuran anggarannya kira-kira 47 triliunan. Sementara tambahannya itu sekarang 20 triliun dan akan segera dicairkan untuk mendukung keuangan BPJS pada bulan Oktober ini.

“Kami mendorong supaya pengumpulan iuran BPJS menjadi lebih baik, tingkat ketepatan sasaran dari penerima bantuan iuran juga menjadi lebih baik sesuai dengan data DTSN” jelasnya.

Direktur Utama BPJS Kesehatan  Prihati Pujowaskito mengungkapkan, sampai bulan ini kita bisa mengumpulkan iuran sebesar Rp118 Triliun, sementara manfaat yang dibayarkan BPJS  sampai saat ini Rp132 Triliun.

“Jadi ini ada cash flow gap untuk BPJS  tetap bisa membayar pelayanan kesehatan yang sudah dilakukan oleh teman-teman di fasilitas kesehatan,” ungkap Prihati.

Pihaknya berterimakasih kepada presiden atas suntian dana sebesar Rp20 Triliun yang akan cair bulan ini Rp10 Triliun dan Rp10 Triliun akan cair bulan November sebelum akhir tahun.

Baca Lainnya