Senin, 28 Desember 2020 15:33

Dishub jabar Siapkan 2.600 Rapid Test Antigen di Rest Area

Reporter : Bubun Munawar
Petugas sedang melakukan Rapid Test Antigen di Rest Area
Petugas sedang melakukan Rapid Test Antigen di Rest Area [Humas Jabar]

Kota Bandung,- Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jabar Hery Antasari melaporkan, pihaknya menyiapkan 2.600 rapid test antigen untuk pelaku perjalanan. Rapid test antigen tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Selama dua hari pelaksanaan pada 24 dan 25 Desember 2020, dari 133 pelaku perjalanan, dua di antaranya positif COVID-19. Mereka yang positif COVID-19 diharuskan mengunjungi unit kesehatan terdekat untuk melaksanakan pengetesan metode uji usap (swab test) PCR dan menjalani isolasi mandiri sampai hasil PCR keluar.

"Kami berkolaborasi dengan Dishub Kabupaten/Kota, Satpol PP Provinsi maupun Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Provinsi maupun Kabupaten/Kota, TNI/Polri, dan Jasa Marga," ucap Hery, Senin (28/12/2020) .

Menurut Hery Kolaborasi ini dilakukan agar pengetesan berjalan optimal. Pelaku perjalanan yang dinyatakan positif COVID-19 mendapat penanganan yang tepat. Selain pelaksanaan rapid test antigen, Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Jabar memeriksa penerapan protokol kesehatan 3M di rest area Tol Cipali maupun Cipularang.

Hery pun mengimbau pelaku perjalanan untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan melakukan pengetesan guna memastikan dirinya negatif COVID-19.

"Anggap saja kita sedang berkomunikasi dengan orang positif COVID-19. Jadi kita harus pakai masker dengan benar dan jaga jarak. Atau kita anggap diri kita membawa virus. Bagaimana kita jangan sampai menularkan kepada orang lain," katanya.

Salah satu pelaku perjalanan Abdurahman mengapresiasi pelaksanaan rapid test antigen di rest area. Menurut ia, banyak pelaku perjalanan yang sulit melakukan rapid test antigen secara mandiri.

"Sangat bagus ini suatu program yang luar biasa. Di daerah saya bayar, baru ini saya temukan (yang gratis). Tidak semua masyarakat itu sanggup untuk membayar hal-hal seperti ini. Memang ini suatu kebutuhan karena menyangkut masalah kesehatan," ucap Abdurahman.

Baca Lainnya