Pelantikan Sekda Dikdik Suratno oleh Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna pada Jumat (19/7/2019) di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah.
Pelantikan Sekda Dikdik Suratno oleh Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna pada Jumat (19/7/2019) di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah. [ferybangkit]
News

Dilantik jadi Sekda Cimahi, Dikdik Dituntut Ajay

Limawaktu.id - Dikdik Suratno Nugrahawan terpilih menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi. Ia dilantik oleh Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna pada Jumat (19/7/2019) di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Cimahi itu menyisihkan dua nama lainnya, yakni Staff Ahli Bidang Pemerintahan Maria Fitriani dan Kepala Diskominfoarous Kota Cimahi, Harjono.

Selain posisi Sekda definitif, Ajay juga melantik Yanuar Taufik sebagai Kepala Dinas Perhubungan dan Totong Solehudin sebagai Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi.

Usai pelantikan, Ajay M Pritana meminta Sekda dan dua kepala SKPD lainnya langsung menyesuaikan ritme pekerjaan dan langsung menggenjot program-program yang penerapannya belum optimal.

"Langsung kerja saja, harus amanah, sesuai tupoksinya. Untuk rasionalisasi misalnya, langsung nanti dirapatkan dan lakukan pembahasan. Untuk SKPD yang kosong, alhamdulillah sudah terisi, jadi bisa lebih optimal juga," katanya singkat.

Sementara itu, Dikdik mengatakan dia tinggal melanjutkan program kerja pemerintah daerah yang selama ini dirasa belum optimal.

"Memang bukan tugas yang mudah, tapi justru jadi tantangan untuk semua perangkat daerah dengan hadirnya Sekda definitif ini," ujar Dikdik.

Kondisi anggaran Pemerintah Kota Cimahi yang mengalami rasionalisasi, dikatakannya tidak akan terlalu berpengaruh pada program pembangunan dan percepatan ekonomi daerah.

"Rasionalisasi ini dikenakan untuk program yang dirasa tidak terlalu prioritas, dikesampingkan dulu. Jadi setiap SKPD menentukan program prioritas mana yang mesti dilakukan. Ini kan masih belum final, terus berproses, tinggal dicari jalan keluarnya seperti apa," jelasnya.

Dari segi penyerapan dan realisasi program pembangunan yang 
sih berada di angka 27,6 persen, menurutnya proses gagal lelang yang menjadi ganjalan percepatan pembangunan.

"Memang selama ini kan masalahnya ada di gagal lelang, tapi bukan artinya tidak jadi direalisasikan, hanya saja tertunda. Kan tinggal lelang ulang, memang dampaknya ke waktu yang semakin molor," tuturnya.

Hingga akhir tahun, dia optimis akan ada peningkatan penyerapan pelaksanaan program pembangunan mengingat sistem pekerjaannya kontraktual.

"Jadi sistemnya kontraktual, kalau sudah selesai baru masuk hitungan. Sampai bulan Oktober yakin pasti akan ada peningkatan bahkan melebihi target," tegasnya. 

Baca Lainnya