Selasa, 29 Maret 2022 18:25

Dilaksanakan Bertahap, ASO Berdampak Besar Bagi Siaran TV dan Ekonomi Digital

Reporter : Iman Nurdin
Dilaksanakan Bertahap, ASO Berdampak Besar Bagi Siaran TV dan Ekonomi Digital
Dilaksanakan Bertahap, ASO Berdampak Besar Bagi Siaran TV dan Ekonomi Digital [Iman Nurdin]

Bandung (limawaktu.id),- Keragaman isi siaran dan keragaman kepemilikan menjadi salah satu dampak migrasi siaran analog ke digital. Begitu pun peluang pemanfaatan spektrum frekuensi bagi pengembangan 5G, menjadi bukti analog switch off (ASO) harus segera dilaksanakan. 

Demikian bahasan yang mengemuka dalam webinar "Merayakan Digital, Siaran TV Lokal dan Komunitas" secara daring, Selasa (29/03/2022). Webinar yang diselenggarakan Kemeninfo ini menghadirkan pembicara dari pemerintah, akademisi dan pelaku media. 

Pelaksanaan ASO ini akan dimulai pada 30 April 2022. Seleruh siaran berbasis analog secara bertahap akan bermigrasi ke siaran digital. Pada tahap pertama, migrasi TV analog di Jawa Barat di 12 wilayah. Wilayah pada tahapan ini yakni Kabupaten Garut, Cirebon, Kuningan, Ciamis, Pangandaran, Tasikmalaya, Cianjur, Sumedang, Majalengka, Kota Cirebon, Kota Tasikmalaya, dan Kota Banjar.

"Analog switch off ini akan meningkatkan kualitas gambar dan suara siaran, lebih jernih dan jelas, " lapar Staf Khusus Menkominfo, Rosarita Niken Widiastuti. 

Menurutnya, ASO menjadi penting segera dilaksanakan karena pemanfaatan spektrum frekuensi menjadi lebih efektif dan efisien. Apalagi spektrum analog akan dimanfaatkan penguatan 5G dan kualitas internet. 'Ini memberi peningkatan ekonomi digital, " tegasnya. 

Rosarita menambahkan, perubahan siaran analog ke digital ini, masyarakat tidak perlu mengganti pesawat televisi. Hanya cukup menambah alat set top box untuk menerima siaran TV digital terestrial. 

 

Kesiapan Jabar 

Kepala Bidang Komunikasi Informasi Publik Diskominfo Jabar, Faiz Rahman mengatakan tahap pertama ASO di Jawa Barat menjadi sangat penting. Meski demikian, kontur wilayah di Jawa Barat menjadi tantangan dalam pelaksanaannya. 

"Kontur tanah yang berbeda membuat adanya area bankspot. Tentu ini menjadi tantangan dan PR bersama, terutama membangun infrastruktur, " katanya. 

Tantangan lain, lanjut Faiz, keragaman konten perlu mendapat perhatian. Untuk di Jawa Barat sendiri, sudah mendapat dorongan dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, untuk mempercepat perluasan kurikulum penyiaran bagi SMK. "Ini menjadi peluang sangat terbuka di sektor ekonomi kreatif. SDM harus dipersiapkan, " ujarnya. 

Sementara itu Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat Adiyana Slamet menyebut sudah melakukan sejumlah langkah strategis sebelum memasuki tahap ASO. Beragam kajian bersama perguruan tinggi, sosialisasi ke rumah-rumah warga, survei, hingga menggelar simulasi mengenai TV Digital sudah dilaksanakan. 

“Kami sudah terjun sosialisasi simulasi, di 28 titik pada 2021. Secara keseluruhan Jabar siap mencoba beralih karena ini bagian dari inovasi yang ditandai kemajuan teknologi,” pungkasnya. 

 

Baca Lainnya

Topik Populer