Senin, 17 September 2018 22:40

Dihadapan 700 Mahasiswa Baru, Ketua PB Paguyuban Pasundan Beberkan Karakter Orang Sunda

Reporter : Fery Bangkit 
Sekitar 700 Mahasiswa Baru STKIP Pasundan Cimahi Mengikuti Kuliah Umum gang Disampaikan Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Senin (17/9/2018).
Sekitar 700 Mahasiswa Baru STKIP Pasundan Cimahi Mengikuti Kuliah Umum gang Disampaikan Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Senin (17/9/2018). [Fery Bangkit / Limawaktu.id]
Sekitar 700 Mahasiswa Baru STKIP Pasundan Cimahi Mengikuti Kuliah Umum gang Disampaikan Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Senin (17/9/2018).
Sekitar 700 Mahasiswa Baru STKIP Pasundan Cimahi Mengikuti Kuliah Umum gang Disampaikan Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Senin (17/9/2018). [Fery Bangkit / Limawaktu.id]

Limawaktu.id - Sebanyak 700 mahasiswa memadati Aula Kampus STKIP Pasundan Cimahi, Jalan Permanan Senin (17/9/2018).

Ratusan mahasiswa yang notabenya baru itu tengah mengikuti 'Kuliah Umum' yang disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi.

Dalam sambutan yang diterima pada Senin (17/9/2018), Didi menyampaikan tentang potensi orang-orang sunda. Menurutnya, orang sunda memiliki potensi yang sangat luar biasa baik dalam berbagai hal. Contohnya yang ditunjukan atlet pencak silat, Hanifan Yudani Kusumah.

"Orang sunda ternyata bisa berprestasi. Dalam hal ini terbukti dengan prestasi mahasiswa STKIP Pasundan, Hanifan," ujar Didi.

Selain itu, Didi juga menekankan agar orang sunda, khususnya mahasiswa yang menuntut ilmu di instansi milik Paguyuban Pasundan untuk meneladani 'Nyunda, Nyantri serta Nyakola.

"Nyunda tentu saja bahwa orang yang berasal dari suku sunda itu mempunyai prilaku yang nyunda, someah, hade ka semah, sopan, punya tatak rama dan sebagainya," tuturnya.

Sedangkan 'Nyantri' menurutnya cocok dengan karakter orang sunda yang menjiwai agama yang dianutnya. Jika dipadukan lagi dengan 'Nyakola', lanjut Didi, maka akan menjadi perpaduan bakat yang luar biasa.

"Dia juga harus pintar, menguasai pengetahuan, wawasan luas sehingga ketika orang sudah kuliah di Paguyuban Pasundan itu betul-betul ingin menjadikan orang sunda yang paripurna," tuturnya.

Wakil Ketua II Bidang Keuangan dan SDM STKIP Pasundan Cimahi, Khaerul Syobar menambahkan, selain 'Nyunda, Nyantri dan Nyakola', mahasiswa Paguyuban Pasundan, khusunya orang sunda juga harus memiliki jiwa 'Nyantika' yang artinya memiliki etika santun dalam berprilaku.

"Orang sunda juga harus mempunyai karakter petarung," tandas Khaerul.

Baca Lainnya