Jumat, 18 Desember 2020 13:01

Dibuka Kembali, Objek Wisata Dusun Bambu Tawarkan Sensasi Flora ‘Sultan’ Sampai Sensasi Dua Kampung Adat

Reporter : Fery Bangkit 
salah satu Pengunjung saat mencoba permainan tradisi budaya sunda
salah satu Pengunjung saat mencoba permainan tradisi budaya sunda [Foto Istimewa]

Bandung Barat – Terobosan baru dihadirkan objek wisata Dusun Bambu, setelah selama sembilan bulan ditutup akibat pandemi COVID-19. Objek wisata alam dengan paduan budaya itu resmi dibuka kembali pada Kamis (17/12/2020).

Ada sejumlah terobosan yang dibuat pengelola Dusun Bambu. Paling menonjol adalah pengunjung bisa merasakan dan menikmati kebudayaan Sunda hingga flora termahal sekaligus.

Di objek wisata yang terletak di Jalan Kolonel Masturi, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu, pengunjung akan merasakan seolah berada ada Kampung Naga dan Kampung Adat Ciptagelar.

Pasalnya, pihak pengelola menerapkan kebudayaan -kebudayaan Sunda yang ada di kedua kampung adat tersebut di Dusun Bambu yang dikemas dalam Desa Wisata Sunda.

Dari mulai Leuit (lumbung padi), permainan tradisional Sunda seperti egrang hingga permainan pletokan semuanya ada di Dusun Bambu. Pengunjung juga akan disambut dan belajar tari jaipong.

General Manager Dusun Bambu, Endy Tjahyadi menjelaskan, konsep tersebut diusung sebagai salah satu upaya untuk melestarikan kebudayaan Sunda. Terlebih menurutnya Kampung Naga dan Cipagelar sangatlah unik.

“Bukan pengen menyaingi, tapi di sini melestarikan budaya sehingga kita berharap Dusun Bambu bisa menjadi etalase Budaya Sunda,” jelas Endy saat ditemui disela-sela Reopening Dusun Bambu.

Selain Desa Wisata Sunda, di objek wisata Dusun Bambu juga kini punya koleksi berbagai jenis flora yang disebut Galeri Flora Indonesia. Di sanalah pusat tanaman aglonema terkomplit se-Indonesia ada.

Harga tanaman yang dihadirkan pun mahalnya bukan main. Ada yang harganya sampai mencapai Rp 800 juta hingga disebut tanaman ‘Sultan’.

“Nah di sana kita punya galeri yang betul-betul komplet. Jumlahnya sampai ribuan jenis. Harganya yang murah ada Rp 50 ribu, sampai Rp 800 juta ada,” beber Endy.

Tak hanya menikmati tanaman terkomplit, di Galeri Flora Nusantara juga terdapat pusat edukasi kopi dan teh.

“Jadi sambil menikmati suasana flora indoor, juga menikmati kopi dan teh,” ucapnya.

Untuk keamanan dan kenyamanan ditengah pandemi COVID-19 ini, pengunjung tak usah khawatir. Sebab, pengelola sudah menyiapkan sarana dan prasarana yang bukan kaleng-kaleng.

Pengelola sudah menyiapkan peralatan tanpa disentuh pengunjung dengan menggunakan sensor. Dari mulai tempat mencuci tangan, handsanitizer semuanya sudah dilengkapi sensor sehingga tanpa disentuh pun akan keluar sendiri.

Kemudian, pengelola Dusun Bambu juga sudah memasang kamera thermal untuk mengecek suhu tubuh. Jika ada pengunjung yang suhunya lebih dari 37 derajat celcius, alarm otomatis langsung bunyi.

“Kita anjurkan pulang, gak boleh masuk. Kita juga ada ozon asap untuk membunuh bakteri dan kuman,” beber Endy.

Untuk menikmati seluruh fasilitas di objek wisata Dusun Bambu, Anda hanya perlu membeli tiket seharga Rp 150 secara online di tempat. Pengunjung juga akan mendapatkan promo e-voucher sebesar Rp 50 ribu.

“Nah, khusus pengunjung yang akan menginap harus menyertakan hasil rapid antigen,” tandasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer