Rabu, 11 Maret 2020 17:55

Dibalik Bahaya nya Virus Corona, Ada DBD yang Mengancam

Salah Seorang Pasien DBD yang Dirawat di RSUD Cibabat, Kota Cimahi
Salah Seorang Pasien DBD yang Dirawat di RSUD Cibabat, Kota Cimahi [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Dibalik paparan virus corona (Covid-19), masyarakat diimbau untuk tidak lengah terhadap ancaman virus Demam Berdarah Dangue (DBD).

Khusus di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, Kota Cimahi, tercatat ada 151 pasien yang dirawat sejak Januari hingga Februari 2020.

Rinciannya, pasien asal Kota Cimahi sebanyak 79 pasien, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebanyak 64 pasien, Kota Bandung ada 5 pasien dan Kabupaten Bandung ada 4 pasien.

"Untuk yang sampai hari ini (Rabu, 11 Maret) ada 20 lebih pasien DBD yang masih dirawat di RSUD Cibabat," terang Kepala Bidang Pelayanan RSUD Cibabat, Ars Agustiningsih saat ditemui di RSUD Cibabat, Jalan Jenderal Amir Machmud, Rabu (11/3/2020).

Dikatakan Ars, jumlah pasien yang dirawat akibat DBD memang tak sebanyak tahun 2019 pada bulan yang sama. Namun, cuaca saat ini yang terkadang hujan bisa membuat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti lewat kubangan air berpotensi meningkat.

"Allhamdulilah tahun ini masih bisa tertangani dengan tempat tidur yang tersedia di rumah sakit. Jadi tidak seperti tahun sebelumnya," ujar Ars.

Untuk mencegah peningkatan virus DBD, ia mengimbau masyarakat tetap menerapkan pola Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3 M plus, yakni menguras bak penampungan air, mengubur barang-barang bekas, kemudian mendaur ulang bahan-bahan yang bisa dipakai lagi.

"Plusnya itu menggunakan obat nyamuk, seperti semportan, kelambu dan sebagainya," imbuh Ars.

Begitupun data dari Dinas Kesehatan Kota Cimahi. Sejak Januari hingga Februari 2020, kasus DBD yang tercatat ada 80 masyarakat Kota Cimahi yang dilaporkan mengalami DBD. Rinciannya, Februari 48 orang dan Maret 32 orang.

Jumlah tersebut menurunt tajam dibandingkan tahun lalu pada bulan yang sama. Saat itu kasus DBD positif mencapai 567 kasus. "Memang turun dibandingkan tahun kemarin. Kita dapat laporannya satu pintu dari Puskesmas se-Kota Cimahi," kata Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Romi Abdurakhman.

Menurut Romi, turunnya kasus DBD di Kota Cimahi disebabkan beberapa faktor. Seperti faktor cuaca dan imunitas tubuh. Tahun lalu, bisa jadi imunitas tubuh tidak berhasil melawan dan membasi virus dangue yang masuk, sehingga virus akan merangsang sistem imunitas sampai tubuh pasien menjadi imunopatogenesis.

Imunopatogenesis adalah kacaunya sistem imunitas yang terjadi pada irang yang digigit nyamuk perantara virus dangue. "Bisa faktor cuaca. Kemudian faktor imunitas. Cuaca enggak terlalu ngaruh banyak, pengaruh tingginya dari imunitas," jelasnya.

Sama seperti yang dianjurkan Ars, menurut Romi hal yang paling ampuh adalah dengan menggalakan PSN 3 M plus secara terus menerus, yang dilakukan oleh Puskesmas dan kelurahan.

"Kalau ada laporan kita tindaklanjuti tergantung kasus. Kalau butuh fogging, kita lakukan tergantung hasil identifikasi di lapangan," pungkasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer