Kamis, 5 April 2018 15:17

Di Cimahi, Menhan RI Komentari Puisi 'Ibu Indonesia'

Reporter : Fery Bangkit 
Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan (kiri) bersama Menhan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu (kanan).
Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan (kiri) bersama Menhan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu (kanan). [Limawaktu]

Limawaktu.id - Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Jendera TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu angkat bicara perihal Puisi berjudul 'Ibu Indonesia' karya Sukmawati Soekarnoputri.

Puisi tersebut dibawakan putri mantan Presiden RI pertama Soekarno itu dalam acara '29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018' itu dinilai melecehkan agama Islam.

Baca Juga : Dihadapan Ribuan Prajurit TNI, Menhan Bicara Politik Hingga Kenangan Semasa Aktif di Militer

Menurut Ryamizard, polemik terkait makna puisi Sukmawati itu tidak boleh berlarut-larut. Apalagi, yang bersangkutan sudah menyatakan permohonan maaf.

"Kita kan bangsa pemaaf. Dia sudah minta maaf, ya sudah lah," kata Mantan Kepala Staff Angkatan Darat (KSAD) itu saat ditemui usai menyampaikan arahan kepada para prajurit TNI di Balai Prajurit Siliwangi, Cimahi, Kamis (5/4/2018).

Dikatakannya, kegaduhan-kegaduhan seperti itu harus disudahi. Terlebih lagi, Indonesia saat ini tengah bersiap menghadapi tahun-tahun politik.

Tahun 2018, ada 171 daerah yang melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Setahun berikutnya, langsung akan dihadapkan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

"Ini kita menghadapi tahun politik, harus aman jangan dibuat tidak aman," pungkasnya.

Baca Lainnya