Sabtu, 16 Februari 2019 15:42

DBD Masih Mengancam, Pemkot Minta Warga Lebih Giatkan PSN

Reporter : Fery Bangkit 
Direktur Utama RSUD Cibabat, Trias Nugrahadi Saat Menengok Pasien DBD Di RSUD Cibabat, Jalan Amir Mahmud.
Direktur Utama RSUD Cibabat, Trias Nugrahadi Saat Menengok Pasien DBD Di RSUD Cibabat, Jalan Amir Mahmud. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) masih menjadi momok menakutkan di Kota Cimahi. Bukan menghilang, kasus itu malah cenderung meningkat.

Hingga Sabtu (16/2/2019), kasus demam berdarah di Kota Cimahi mencapai 287 kasus. Dua di antaranya meninggal dunia. Faktor cuaca ditengarai menjadi penyebab utama merebaknya nyamuk penyebar virus DBD.

Baca Juga : Stop!Cukup 219 Saja yang Terkena DBD di Cimahi

"Memang DBD ini ada peningkatan. Kemarin lihat langsung ke rumah sakit, ruangannya mayoritas DBD," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Fitriana Manan saat dihubungi via sambungan telepon, Sabtu (16/2/2019).

Dikatakannya, cara terbaik saat ini untuk mencegah penyebaran jentik nyamuk Aedes Aegypty adalah dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dibandingkan dengan fogging yang hanya mematikan nyamuk dewasa.

Baca Juga : Jangan Sepelekan Demam Tinggi, Kenali Gejala dan Tanda Sembuh DBD ini!

"Kalau untuk pemberantasan, lebih efektif PSN. Sebab, PSN memberantas nyamuk sejak dari jentiknya," jelasnya.

Salah satu rumah sakit yang dipenuhi pasien DBD adalah RSUD Cibabat. Hingga Jum'at (15/2), pasien DBD mencapai 82 jiwa yang berasal dari Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi.

Baca Juga : DBD Merebak, Permintaan Madu Membludak

"Masih belum turun, fluktuatif. Jadi setiap hari ada yang datang, ada yang masuk," terangnya.

Meski pasiennya masih cenderung tak menurun, pihak RSUD Cibabat tetap mengupayakan agar pasien dirawat hingga sembuh atau tidak sampai dirujuk ke rumah sakit lain. Salah satu upayanya dengan penambahan ruangan khusus DBD.

Baca Lainnya